Ngaji Dino Iki #459: Memupuk Kerendahan Hati

0
309
Ilustrasi diambil dari wahidnews.com

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“The older you get, then more quiet you become. Thank Allah swt if life humbled you so deeply as your age and get for forgiveness for all the nonsense and time wasted.”

“Semakin tua usia, semakin tenang dirimu. Alhamdulillah bila hidup membuatmu tawadhu’ sesuai usiamu dan mohonlah ampun atas semua omong kosong dan waktu yang terbuang sia-sia.”

Tawadhu’ adalah rendah hati, tidak sombong. Tidak melihat diri lebih dari orang lain. Allah swt telah memberikan peringatan-Nya:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

“Take what is given freely, enjoin what is good, and turn away from the ignorant.”

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh” (QS: Al-A’raf: 199)

Mari kita belajar untuk selalu menyadari bahwa semua limpahan nikmat yang kita peroleh bersumber dari Allah swt.

Semakin berumur, semakin berusaha menjaga hati dan niat karena Allah swt untuk bisa tawadhu’.

Abu Bakr Ash-Shiddiq ra. berkata:
“Kami dapati kemuliaan itu datang dari sifat takwa, qana’ah (merasa cukup) yang muncul karena yakin (pada apa yang ada di sisi Allah swt), dan kedudukan mulia didapati dari sifat tawadhu’.”

Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang bertakwa, qana’ah dan tawadhu’.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here