Ngaji Dino Iki #474: Mengulur Waktu dan Penyesalan

0
231
Ilustrasi diambil dari google.com

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“Delete the “I will do it tomorrow” attitude out of your life.” Hapus sikap “Aku akan melakukannya besok” dari hidupmu.

Allah swt berfirman:

وَالْعَصْرِ — اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ — اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

By time. “Demi masa.”

Indeed, mankind is in loss. “Sungguh, manusia berada dalam kerugian,”

Except for those who have believed and done righteous deeds and advised each other to truth and advised each other to patience.

“Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-‘Asr: 1-3)

Ibnul Jauzi berpesan:
“Jangan sekali-kali mengulur-ulur waktu, karena ia merupakan tentara iblis yang paling besar.”

Itulah sebabnya seorang salafushshalih berwasiat:
“Jauhilah ‘saufa (nanti)’, penundaan, juga kemalasan, ia merupakan penyebab kerugian dan penyesalan.”

Ibnu ‘Atha mengungkapkan:
“Sesungguhnya pada setiap waktu yang datang, maka bagi Allah swt atas dirimu kewajiban yang baru. Bagaimana kamu akan mengerjakan kewajiban yang lain, padahal ada hak Allah swt di dalamnya yang belum kamu laksanakan.”

Dr. Yusuf Qaradhawi pun mengingatkan:
“Selayaknyalah kaum muslimin untuk lebih memilih suatu pekerjaan yang dianggap paling prioritas, dari pada yang kurang prioritas.”

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here