Ngaji Dino Iki #480: Aura Wajah Kita

0
635
Ilustrasi diambil dari tren.keropak.co.id

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“Kind souls have kind faces, even of they are not beautiful what you instill in your soul, appears on your face.” Jiwa yang baik memiliki wajah yang baik pula, meskipun tidak cantik (tampan). Apa yang anda tanam di dalam jiwa anda, tercermin di wajah anda.

Allah swt berfirman:

لَّا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

“Allah does not impose blame upon you for what is unintentional in your oaths, but He imposes blame upon you for what your hearts have earned. And Allah is Forgiving and Forbearing.”

“Allah tidak menghukum kamu karena sumpahmu yang tidak kamu sengaja, tetapi Dia menghukum kamu karena niat yang terkandung dalam hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.” (QS. Al-Baqarah: 225)

Dalam sebuah hadits shahih riwayat Muslim, disebutkan:

وعن أبي هريرة عبد الرحمن بن صخر رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم‏:‏ ‏”‏ إن الله لا ينظر إلى أجسامكم ، ولا إلى صوركم، ولكن ينظر إلى قلوبكم وأعمالكم‏”‏ ‏

Dari Abu Hurairah, yaitu Abdur Rahman bin Shakhr ra katanya: Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu tidak melihat kepada tubuh-tubuhmu, tidak pula kepada bentuk rupamu, tetapi Dia melihat kepada hati-hatimu sekalian.”

Islam adalah agama yang menyeru pada keindahan.
Pada manusia, keindahan itu dititikberatkan pada keindahan maknawi, yaitu pada jiwa dan hati yang tercermin pada kebaikan akhlak, sifat dan sikap, serta terpancar pada wajah.

Ibnu Katsir berkata: “Sesungguhnya amal kebaikan itu akan memancarkan cahaya di dalam hati, membesitkan sinar pada wajah, kekuatan pada tubuh, kelimpahan dalam rizki.”

Berdoalah sebagaimana Nabi mengajarkan: “Ya Allah, limpahkanlah kepada jiwaku ketaqwaan, dan sucikanlah, sesungguhnya Engkau adalah Sebaik-baik Dzat yang mensucikan jiwa.” (HR. Muslim)

Syeikh As Sa’di menjelaskan: “Kesucian jiwa adalah sarana tercapainya segala kebaikan. Sebagaimana jiwa yang suci merupakan penyeru terbesar kepada setiap ucapan yang baik dan amalan yang benar.”

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here