Ngaji Dino Iki #521: Menunaikan Zakat Fitrah

0
537
Ilustrasi diambil dari hattaabdulmalik.blogspot.com

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“Do not delay in paying the zakat al-fitr.” Jangan menunda untuk menunaikan zakat fitrah.

Zakat fitrah terkadang kita meremehkan dan menunda-nunda pembayarannya, mungkin karena besarannya yang terlihat tidak signifikan.

Pemerintah menunaikan zakat banyak bersamaan dengan perintah menunaikan shalat, seperti firman-Nya:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

And establish prayer and give zakah and bow with those who bow [in worship and obedience].

“Dan laksanakanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43)

“Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau saw memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk shalat [Idul Fitri].” (HR. Al-Bukhari & Muslim)

Para ulama telah membagi waktu zakat fitrah ini menjadi lima:
1. Waktu jawaz, waktu yang dibolehkan setelah masuk Ramadhan.
2. Waktu wajib, bagi siapa pun yang belum menunaikannya saat matahari terbenam di hari Ramadhan terakhir.
3. Waktu afdhal, waktu utama sesaat sebelum shalat Id.
4. Waktu makruh, ditunaikan setelah shalat Id.
5. Waktu haram, mulai dari satu hari setelah shalat Id.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here