Ngaji Dino Iki #547: Pitstop Kehidupan

0
155
Ilustrasi diambil dari google.com

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“Never let your shalah be a mindless routine. Pray to reflect, to review and more importantly to remember.”

Jangan pernah biarkan Shalat Anda menjadi rutinitas tak bermakna. Shalatlah untuk merefleksi diri, mereview, dan yang lebih penting, untuk mengingat (Allah swt).

Shalat adalah dzikir yang terbesar dan terdahsyat bagi hamba beriman yang mampu memaksimalkannya.

Allah swt menetapkan, bahwa shalat itu untuk mengingat-Nya.

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Indeed, I am Allah. There is no deity except Me, so worship Me and establish prayer for My remembrance.

“Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah sholat untuk mengingat Aku.” (QS. Ta-Ha: 14)

Shalat akan senantiasa membuka mata batin, untuk tidak tertipu dalam panggung sandiwara dunia penuh godaan dan melenakan.

Shalat juga sarana pitstop pengisian bahan bakar iman dan rehat sejenak untuk menjaga fokus di lintasan cahaya dan petunjuk Allah swt di dalam drama balapan kehidupan berhadiah surga.

Lebih dari itu, Allah swt juga berfirman, tentang korelasi antara shalat dengan moral seseorang:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Indeed, prayer prohibits immorality and wrongdoing, and the remembrance of Allah is greater. And Allah knows that which you do.

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut: 45).

“Lima shalat yang Allah wajibkan atas hamba-Nya, barangsiapa mengerjakannya dan tidak menyia-nyiakannya sedikit pun karena menganggap enteng, maka ia memiliki perjanjian dengan Allah untuk memasukkannya ke surga.“ (HR. Ahmad)

Rasulullah saw juga berwasiat agar umatnya selalu menegakkan shalat malam, dengan sabdanya:

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ وَمَنْهَاةٌ عَنْ الْإِثْمِ وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنْ الْجَسَدِ

Sunan At Tirmidzi, 3472: Tegakkan atasmu shalat malam, sebab itu adalah kebiasaan orang-orang sholeh sebelum kamu, juga suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan juga sebagai penebus kejelekan-kejelekanmu, pencegah dosa serta dapat menghalau penyakit dari badan.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here