Ngaji Dino Iki #569: Mengubah Diri Sendiri

0
435
Ilustrasi diambil dari google.com

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“Yesterday I was clever, so I wanted to change the world.” Kemarin saya pandai, jadi saya ingin mengubah dunia. Hari ini saya bijak, jadi saya mengubah diri saya sendiri.

Mengakui kekurangan diri dan melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik memerlukan introspeksi mendalam dan kebesaran jiwa.

Banyak di antara kita merasa lebih pandai kemudian mencela dan menyalahkan orang lain atas masalah dan keburukan yang terjadi di hadapan mereka.

Karena itu, Islam mengajarkan setiap jiwa untuk memprioritaskan perubahan diri sebelum melakukan perubahan pada yang lain, baik itu keluarga apalagi masyarakat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ….

O you who have believed, protect yourselves and your families from a Fire whose fuel is people and stones.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At Tahriim: 6)

Syed Muhammad Naquib Al-Attas menjabarkan bahwa konsep terbaik dalam upaya membangun peradaban adalah dengan membangun individu-individu yang baik (saleh).

Amirul Mukminin Umar ra misalnya, amat ketat pengawasan terhadap diri dan keluarganya. Atau Muhammad Al-Fatih yang berhasil menaklukkan Konstantinopel amat menjaga amalan salehnya baru kemudian melakukan perubahan pada pasukannya.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here