Ngaji Dino Iki #576: Olahraga Bentuk Menyukuri Nikmat Allah

0
173
Ilustrasi diambil dari google.com

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“Exercising is a blessing, not a chore. I workout because I am grateful that I physically can.” Berolahraga itu berkah, bukan beban. Saya berolahraga untuk bersyukur bahwa [sebenarnya] secara fisik saya mampu.

Allah swt telah mengingatkan:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

And [remember] when your Lord proclaimed, ‘If you are grateful, I will surely increase you [in favor]; but if you deny, indeed, My punishment is severe.’

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7)

Syukur tidak hanya sekedar mengucapkan Alhamdulillah – (Segala puji milik Allah swt). Tetapi bersyukur harus ada follow up yang semestinya dilakukan.

Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa syukur membutuhkan hati yang benar-benar mengakui hanya Allah swt yang pantas dipuji dan diikuti dengan tindakan mewujudkan rasa syukur.

Berolahraga adalah salah satu wujud rasa syukur melalui aktivitas yang membantu menjaga dan menyehatkan tubuh kita.

Bersyukurlah kepada Allah swt sebelum terlambat. Sebab, itu merupakan bentuk kesadaran betapa segala yang manusia miliki termasuk nikmat sehat sejatinya adalah dari Allah.

Ibnu Atha’illah as-Sakandari dalam kitab al-Hikam mengingatkan: “Orang yang tidak menyadari kadar karunia Allah swt saat sedang menikmatinya maka ia akan menyadarinya ketika karunia itu telah lenyap.”

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here