Ngaji Dino Iki #604: Tidur yang Berkualitas

0
451
Ilustrasi diambil dari islamidia.com

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“Whoever spends the night in a state of purity, spends the night with an Angel close to him.” Barangsiapa tidur di malam hari dalam keadaan suci (berwudhu’), malaikat akan bersama dengannya. (Sahih Al-Bukhari)

Dalam lanjutan hadits di atas, “lalu tidaklah ia akan terbangun melainkan malaikat itu akan berdoa, ‘Ya Allah ampunilah hamba-Mu si fulan, [karena] ia tidur di malam hari dalam keadaan suci.’

Dalam riwayat lain disebutkan:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ اسْتَفْتَى عُمَرُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَنَامُ أَحَدُنَا وَهُوَ جُنُبٌ قَالَ نَعَمْ إِذَا تَوَضَّأَ

Shahih Bukhari 280: Dari ‘Abdullah berkata, “‘Umar minta fatwa kepada Nabi saw, “Apakah salah seorang dari kami boleh tidur saat junub?” Beliau menjawab: “Ya. Jika ia berwudlu.”

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَهُوَ جُنُبٌ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ قَبْلَ أَنْ يَنَامَ

Shahih Muslim 460: Dari Aisyah bahwa Rasulullah saw berkata, “Apabila Rasulullah saw ingin tidur, sedangkan beliau masih dalam keadaan berjunub, maka beliau berwudhu dengan wudhu untuk mengerjakan shalat sebelum tidur.”

Al-Hafiz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari’ menerangkan:
“Ada banyak manfaat dari berwudhu sebelum tidur, di antaranya, orang itu tidur dalam kondisi suci, agar ketika kematian menjemputnya, dia berada dalam keadaan sempurna.

Dari hadits ini juga terdapat pelajaran agar kita selalu menyiapkan diri menghadapi kematian, dengan menyucikan hati. Karena kesucian hati lebih diutamakan dari pada kesucian badan.

Lebih ditekankan lagi untuk orang yang sedang berhadas, terutama orang junub, agar bisa kembali segar atau memicu untuk mandi, sehingga dia bisa tidur suci dari semua hadas.

Kemudian, di antara manfaat wudhu ini, untuk mengundang mimpi yang baik, dan dijauhkan dari permainan setan ketika tidur.”

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here