Ngaji Dino Iki #619: Tiga Kelengkapan Iman

0
610
Foto diambil dari Islam Kafah

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“Three attributes, when present in a individual, complete his faith: intellect, clemency and knowledge.” Ada tiga atribut yang ketika hadir dalam seseorang akan melengkapi imannya: kecerdasan, suka memaafkan, dan ilmu pengetahuan.

Kecerdasan seseorang dalam Islam berkaitan sangat kuat dengan keimanan kepada Allah swt dan tidak akan hadir rasa khos-yah (takut) kepada Allah swt melainkan orang-orang yang berilmu.

هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Are those who know equal to those who do not know?” Only they will remember [who are] people of understanding.

“Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az-Zumar: 9)

Di dalam hadits dinyatakan:
“Orang cerdas adalah yang mau mengoreksi dirinya dan berbuat untuk (kehidupan) setelah kematian.” (HR Tirmidzi)

Apalagi bila kecerdasan digunakan untuk menguasai pengetahuan kauniyah. Inilah yang disebut dengan Ulul Albab cendikiawan muslim.

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ

Indeed, in the creation of the heavens and the earth and the alternation of the night and the day are signs for those of understanding.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,” (QS. Ali ‘Imran: 190)

Pribadi pemaaf adalah pribadi takwa berakhlaqul karimah:

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Who spend [in the cause of Allah] during ease and hardship and who restrain anger and who pardon the people – and Allah loves the doers of good;

“(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali ‘Imran: 134)

Rasulullah saw bersabda:
Dan ingatlah, “Allah swt tidak menambah seorang hamba karena mau memberi maaf, melainkan kemuliaan; dan tidaklah seseorang yang bersikap rendah hati karena Allah swt melainkan akan diangkat oleh Allah derajatnya.” (HR Abu Dawud)

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here