Ngaji Dino Iki #635: Makanan Sehat

0
589
Ilustrasi diambil dari blibli.com

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“There are too many people counting calories and not enough people counting chemicals.” Ada terlalu banyak orang menghitung kalori dan tidak banyak yang menghitung [kandungan] kimia.

Setidaknya ada tujuh macam zat aditif kimia pada makanan ringan (snack) atau makanan cepat saji (fast food) yang umum dipakai, penyedap rasa (MSG), pengawet (natrium nitrit dan natrium benzoat), soda (natrium bikarbonat), perasa buatan (essence), minyak terhidrogenasi (trans fat), pewarna dan pemanis buatan.

Walau dikatakan aman untuk dikonsumsi, aditif sintetis dalam jumlah berlebih atau kondisi tertentu, bisa bersifat karsinogen (pemicu kanker).

Sebagian besar aditif juga merupakan senyawa natrium / sodium yang dapat memicu hipertensi.

Keamanan pangan (food safety) ini secara implisit dinyatakan dalam al-Qur’an.

وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنتُم بِهِ مُؤْمِنُونَ

And eat of what Allah has provided for you [which is] lawful and good. And fear Allah, in whom you are believers.

“Dan makanlah makanan yang halal lagi thayyib dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu, dan bertawakallah keada Allah dan kamu beriman kepada-Nya.” (QS. al-Maidah: 88).

Thayyib atau baik memiliki skup yang luas, termasuk mengontrol asupan zat aditif.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here