Ngaji Dino Iki #649: Cinta Sejati Suami Istri

0
494
Foto diambil dari Khazanah Al-Qur'an.Com

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“Married. When someone is willing to struggle with you, just so they can grow and strengthen one another, that’s love.” Menikah. Ketika seseorang bersedia berjuang denganmu, hanya agar mereka [berdua] dapat tumbuh dan saling menguatkan, itulah cinta.

Allah swt telah berfirman:

….. فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ……

“Then marry those that please you of [other] women, two or three or four.” Maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. (QS. An-Nisa’: 3)

Menikah bukan sekedar cinta untuk pemenuhan syahwat biologis semata. Menikah membutuhkan kesediaan untuk berkomitmen dan berjuang menghadapi segala tantangan dan rintangan hidup berumah tangga, yang atas sebab itu kedewasaan rumah tangga kan tumbuh berkembang, semakin kuat dan harmonis.

Karena itu luruskanlah kembali niat kita, niat karena Allah swt. Sambil ber-ta’aruf tak kenal henti dengan pasangan.

Orang bijak telah berpesan:
“In Islam, compatibility in marriage ia more connected to religious commitment and righteousness, not just money, status or lineage.”

Dalam Islam, sekufu dalam pernikahan itu lebih terkait dengan komitmen dan kebenaran berislam, bukan cuma uang, status, atau nasab.

Ustadz Salim A. Fillah memberi nasihat:
“Ta’aruf itu sifatnya seumur hidup, karena ritme dinamika pada manusia itu terus terjadi. Begitu pula dengan imannya, kadang naik kadang turun. Maka, kita nggak bisa mengklaim bahwa kita sudah kenal dia, karena manusia berubah secara terus menerus.”

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here