Ngaji Dino Iki #659: Jalan Menuju Rahmat Allah

0
483
Ikustrasi diambil dari tribunnews.com

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA*)

Assalamualaikum w. w.

“Surely, the Mercy of Allah swt is close to those who are good in their deeds.” Sesungguhnya rahmat Allah swt sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.

Selengkapnya, Allah swt telah berfirman:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ

And cause not corruption upon the earth after its reformation. And invoke Him in fear and aspiration. Indeed, the mercy of Allah is near to the doers of good.

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Al-A’raf: 56)

Jangan ragu untuk terus berbuat kebaikan, seberat apa pun situasi dan kondisi yang dihadapi. Karena rahmat Allah swt seharusnya menjadi kebutuhan primer manusia untuk hidup di dunia.

Rahmat Allah swt sangat luas, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw: Dari Abu ‘Utsman dari Salman dia berkata; Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِائَةَ رَحْمَةٍ كُلُّ رَحْمَةٍ طِبَاقَ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَجَعَلَ مِنْهَا فِي الْأَرْضِ رَحْمَةً فَبِهَا تَعْطِفُ الْوَالِدَةُ عَلَى وَلَدِهَا وَالْوَحْشُ وَالطَّيْرُ بَعْضُهَا عَلَى بَعْضٍ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ أَكْمَلَهَا بِهَذِهِ الرَّحْمَةِ

Shahih Muslim 4946: “Sesungguhnya Allah menciptakan seratus rahmat pada hari diciptakan langit dan bumi. Satu rahmat mencakup di antara langit dan bumi. Lalu Allah berikan satu rahmat untuk bumi yang dengannya seorang ibu menyayangi anaknya. Demikian juga binatang buas, burung-burung satu sama lain saling menyayangi. Apabila datang hari kiamat, maka Allah menyempurnakan rahmat tersebut.”

Sebagai orang beriman, tentu kita tidak hanya bergantung pada rahmat ‘ammah (umum) yang diberikan kepada semua makhluk, termasuk orang-orang yang tidak beriman kepada Allah swt. Karena Ia lebih bersifat jasadiyah dunyawiyah (fisik dan material).

Sepatutnya kita fokus pada rahmat khashshah (khusus) yang bersifat imaniyah dinniyah dalam bentuk taufik untuk berbuat ketaatan kepada Allah swt, kemudahan untuk berbuat baik, diteguhkan keimanan dan diberi hidayah-Nya menuju jalan yang lurus.

Dengannya pula, menjadi alasan Allah swt memberikan rahmat untuk masuk ke dalam surga dan terbebas dari siksa api neraka.

Sungguh, rahmat Allah swt yang inilah yang merupakan nikmat terbesar yang kita dambakan.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here