Ngaji Dino Iki #666: Antara Akhlak dan Pengetahuan

0
404
Ilustrasi diambil Sains Kompas

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

Assalamu’alaikum w. w.

“I spent Thiery years Learning manners, and twenty years learning knowledge.” Aku mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun dan mempelajari ilmu selama 20 tahun.

Allah swt telah berfirman:

إِنَّا أَخْلَصْنَاهُم بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِ

Indeed, We chose them for an exclusive quality: remembrance of the home [of the Hereafter].

“Sungguh, Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan) akhlak yang tinggi kepadanya, yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.” (QS. Sad: 46)

Allah swt mempersiapkan seorang Muhammad untuk menjadi Rasulullah saw selama 40 tahun. Yang paling menonjol dalam diri beliau selama waktu tersebut adalah akhlaknya. Sebutan “Al-Amin” sebagai buktinya.

Imam Malik memiliki ibu yang amat perhatian dengan masalah adab. Ketika sang Imam masih muda, beliau menyuruh: “Pergilah kepada Rabi’ah, contohlah akhlaknya sebelum engkau mengambil ilmu darinya.”

Adab atau akhlak saat ini menjadi komoditas yang langka. Padahal Nabi saw berkata: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Al-Bukhari)

Kemuliaan akhlak akan menyebabkan seseorang dihargai dan disenangi orang lain. Akhlak bagaikan obor yang menyala, dan ilmu adalah tongkat atau gagangnya.
Oleh karenanya, mohonlah tambahan ilmu pengetahuan dari Allah swt, sebagaimana firman-Nya:

وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
And say, “My Lord, increase me in knowledge.”

“Dan katakanlah, Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.” (QS. Ta-Ha: 114)

Bila keduanya bersinergi, obor akan memiliki daya jelajah tinggi. Bisa menerangi dan memberikan nyalanya kepada banyak obor, lentera, atau lilin lain sehingga bermanfaat bagi sesama.

Semoga bermanfaat
Wassalamu’alaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here