Ngaji Dino Iki #676: Berharganya Sang Waktu

0
458
Ilustrasi diambil dari spicdegrou.ro

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

Assalamualaikum w. w.

“We don’t remember days, We remember moments.” Kami tidak mengingat hari-hari (yang berlalu), kami mengingat momen-momen (berharga).

Allah swt telah berfirman:

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُّؤَجَّلًا وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ

And it is not [possible] for one to die except by permission of Allah at a decree determined. And whoever desires the reward of this world – We will give him thereof; and whoever desires the reward of the Hereafter – We will give him thereof. And we will reward the grateful.

“Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali ‘Imran: 145)

Waktu terus berjalan, hingga tahun berganti tahun. Tidak semua orang akan mengingat setiap hari yang mereka lewati. Hanya momen khusus yang akan tersimpan dan dikenang.

Sejatinya, kita seharusnya menjaga aktivitas harian kita dalam bentuk amal saleh, walau tak perlu semua dikenang, namun momen spesial yang terjadi adalah kumpulan milestone amal saleh.

Ingatlah nasihat seorang sufi kepada Imam Asy-Syafi’i:
“Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).”

Rabi’ah rahimahullah pernah menasihati Sufyan Ats-Tsauri:
“Sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari. Jika satu hari berlalu, maka sebagian dirimu juga akan hilang. Bahkan hampir-hampir sebagian harimu berlalu, lalu hilanglah seluruh dirimu (mati) sedangkan engkau mengetahuinya. Oleh karena itu, beramal (saleh)lah.”

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here