Ngaji Dino Iki #677: Kemuliaan Perempuan

0
435
Ilustrasi diambil dari pinteres

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

Assalamualaikum w. w.

“Umm is Mother, But Ummah is Nation. Preserve the women and you will preserve the nation.” Umm adalah ibu, namun Ummah adalah bangsa. Jaga para perempuan maka anda akan melestarikan bangsa.

Islam memposisikan perempuan di tempat terhormat dan mulia. Allah swt memberikan penegasan dalam firman-Nya:

وَمَن يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا

And whoever does righteous deeds, whether male or female, while being a believer – those will enter Paradise and will not be wronged, [even as much as] the speck on a date seed.

“Dan barang siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.” (QS. An-Nisa’: 124)

Dari firman Allah swt tersebut, maka gugurlah anggapan bahwa, orang perempuan itu: “surgo nunut, neroko katut!”

Perempuan berperan sebagai ibu merupakan pendidik primer, madrasah pertama bagi anak-anaknya, generasi masa depan bangsa.

Memperbaiki generasi dan masa depan bangsa haruslah memperhatikan kualitas ibu sebagai sosok yang melahirkan generasi bangsa itu sendiri.

Begitu mulianya peran ibu, sehingga digambarkan dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim bahwa seorang anak harus memuliakan ibunya tiga kali (3x) lipat dari ayahnya.
Selengkapnya hadits tersebut adalah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ

Dari Abu Hurairah berkata; Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw lalu dia bertanya, Siapakah orang yang paling berhak dengan kebaktianku? Jawab Rasulullah saw, Ibumu! dia bertanya lagi; Kemudian siapa? beliau menjawab: Ibumu! dia bertanya lagi; Kemudian siapa? beliau menjawab: Kemudian Ibumu! dia bertanya lagi; Kemudian siapa? dijawab: Kemudian bapakmu!

Sampai-sampai muncul adagium di jazirah Arab, “Perempuan adalah tiang suatu negara, apabila perempuannya baik maka negara akan baik dan apabila perempuan rusak, maka negarapun akan rusak.”

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w. w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here