Ngaji Dino Iki #690: Hormon Pemicu Cinta

0
426

 

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

Assalamualaikum w.w.

“Neurons that fire together wire together. You can rewire your brain for higher consciousness by focusing on love.”

“Neuron yang diaktifkan bersamaan saling terhubung. Anda dapat memperbaiki otak Anda untuk (memiliki) kesadaran yang lebih baik dengan fokus pada cinta.”

Untuk mendapatkan cinta sejati (dicintai) oleh Allah swt (zat yang maha menyintai), berbuatlah kebaikan yang banyak. Sebab, Allah swt telah menegaskan:

فَئَاتٰىهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْأَاخِرَةِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

So Allah gave them the reward of this world and the good reward of the Hereafter. And Allah loves the doers of good.

“Maka, Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imran: 148)

Sistem limbik di dalam otak menghasilkan perasaan senang, bahagia, dan cinta.

Tahun 2010, Rutgers University, New York, melaporkan hasil penelitian bahwa ketika seseorang memiliki cinta akan mengaktifkan “reward” pada neuron di otak, hal ini memicu pelepasan hormon dopamin sehingga seseorang merasa bahagia. Sebaliknya, bila patah hati, komposisi kimia otak seakan seperti kecanduan narkoba. Sistem di dalam neuron masih mengharapkan hal-hal yang romantis, namun tidak didapatkan.

Agar otak dapat terus langgeng sehat, cinta utama harus diberikan kepada Sang Pemilik hati, jiwa, dan tubuh kita, Allah swt, baru kepada makhluk ciptaan-Nya.

Ibnul Qayyim berkata bahwa:
Cinta kepada Allah swt itu ibarat pohon dalam hati. Akarnya adalah merendahkan diri di hadapan Zat yang dicintainya, batangnya adalah mengenal nama dan sifat Allah swt, rantingnya adalah rasa takut kepada (siksa)-Nya, daunnya adalah rasa malu terhadap-Nya, buah yang dihasilkan adalah taat kepada-Nya, dan penyiramnya adalah zikir kepada-Nya.

Inilah cinta wujud yang tak lekang oleh waktu hingga maut menjemput kelak.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.

Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here