Ngaji Dino Iki #700: Darurat Covid-19

0
443

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

Assalamualaikum w.w.

“Desparate times ask desparate measures.”
(“Saat-saat darurat menuntut tindakan darurat.”)

Kalimat singkat Zou Yue, seorang anchor di jaringan televisi CGTN, ini menjadi begitu populer setelah disampaikan dengan begitu jelas dan lugas di jaringan televisi itu.

Ia ingin menyadarkan para decision makers dan decision takers; para politisi, pelaku bisnis, dan publik, bahwa pandemi Covid-19 ini sudah amat genting dan membutuhkan keputusan dan tindakan darurat yang cepat walau tidak populis.
Bahkan melanggar regulasi dan hak asasi.

Banyak pihak yang belum terlatih, bahkan baru pertama kali mengalami kejadian seperti ini.

Secara umum, Islam mengenal kaidah fikih, Adh-Dharurat Tubihu Al-Mahzhurat,
Artinya: “Dalam kondisi darurat, hal-hal yang terlarang dibolehkan.”

Sedangkan Imam Suyuthi memasukannya di dalam cabang kaidah, Adh-dharar Yuzalu, “Segala yang membahayakan itu harus dihilangkan.”

Dasar dalil dari kaidah ini adalah:

وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَّا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا لَّيُضِلُّونَ بِأَهْوَآئِهِمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ

And why should you not eat of that upon which the name of Allah has been mentioned while He has explained in detail to you what He has forbidden you, excepting that to which you are compelled And indeed do many lead [others] astray through their [own] inclinations without knowledge. Indeed, your Lord – He is most knowing of the transgressors.

“Dan mengapa kamu tidak mau memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah, padahal Allah telah menjelaskan kepadamu apa yang diharamkan-Nya kepadamu, kecuali jika kamu dalam keadaan terpaksa. Dan sungguh, banyak yang menyesatkan orang dengan keinginannya tanpa dasar pengetahuan. Tuhanmu lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-An’am: 119)

Juga firman-Nya:

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ بِهِۦ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

He has only forbidden to you dead animals, blood, the flesh of swine, and that which has been dedicated to other than Allah. *But whoever is forced [by necessity], neither desiring [it] nor transgressing [its limit], there is no sin upon him. Indeed, Allah is Forgiving and Merciful.

“Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Tetapi barang siapa terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 173).

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Bassam mendefinisikan makna darurat sebagai uzur yang menyebabkan bolehnya melakukan suatu perkara yang terlarang.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.

Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here