Ngaji Dino Iki #702: Cara Menyelamatkan Diri

0
396

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

Assalamualaikum w.w.

“To speak less is wisdom, to eat less is healthy and to mingle less with the people is safe and serene.”

(“Sedikit bicara itu bijak, sedikit makan itu menyehatkan, dan mengurangi berbaur dengan orang lain itu menyelamatkan dan menenangkan.”)

Di setiap qadr Allah swt seharusnya kita bisa mendalami hikmahnya.
Seperti adanya persebaran virus Covid-19 di dunia saat ini, kita jadi bisa merenungi pesan indah sahabat Nabi Muhammad saw, Umar radhiyallahu ‘anhu.
Beliau (Umar bin Khattab ra) berkata:

“Sedikit bicara itu bijak, sedikit makan itu menyehatkan, dan mengurangi berbaur dengan orang lain itu menyelamatkan dan menenangkan.”

Allah swt telah berfirman:

لَّا خَيْرَ فِى كَثِيرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلٰحٍۢ بَيْنَ النَّاسِ…

No good is there in much of their private conversation, except for those who enjoin charity or that which is right or conciliation between people…

“Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia… (QS. An-Nisa’: 114)

Tidak perlu menyebar hoaks atau mencaci orang lain. Bijaklah dari berbicara.

Imam Al-Auza’i berkata:

“Orang yang beriman itu sedikit bicara dan banyak amal, sedangkan orang munafik itu banyak bicara sedikit amal.”

Bercampur dengan orang banyak saat ini berisiko tertular virus korona. Mengurangi frekuensinya berarti menyelamatkan dan menenangkan hati.

Bercampur dengan orang lain tanpa tujuan yang jelas juga memicu munculnya bahaya lisan, gibah, namimah (adu domba), jidal (berbantahan), dan lain lain.

Imam Al-Ghazali di dalam ‘Ihya pun berkata:

“Sudah sepantasnya kita melakukan pembicaraan yang mendatangkan manfaat, karena jika kita melakukan hal-hal yang tidak penting, kita kehilangan waktu yang teramat berharga.”

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.

Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here