Ngaji Dino Iki #703: Hikmah Lockdown

0
905

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

Assalamualaikum w.w.

“Perhaps this is no ordinary quarantine, this is Qur’an time.”
(“Jangan-jangan ini bukan karantina biasa, ini waktunya Al-Qur’an.”)

Di karantina (lockdown atau social distancing atau apalah istilah yang dipakai) di rumah, di kamar, atau di suatu tempat dalam jangka waktu yang lama bagi sebagian orang itu membosankan. Mati gaya, bahkan tak jarang yang stres.

Harus ada solusi agar waktu berdiam itu lebih bermanfaat. Alangkah baiknya jika sebagian waktu kita selama masa isolasi diisi dengan membaca dan mempelajari Al-Qur’an.

Mungkin selama ini kita jarang menyentuh Al-Qur’an dan membacanya dengan rutin. Satu juz per hari tak tercapai. Bahkan, satu halaman pun tak sempat.

Allah swt telah berfirman:

الَّذِينَ ءَاتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَتْلُونَهُۥ حَقَّ تِلَاوَتِهِۦٓ أُولٰٓئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِۦ فَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُونَ

Those to whom We have given the Book recite it with its true recital. They [are the ones who] believe in it. And whoever disbelieves in it – it is they who are the losers.

“Orang-orang yang telah Kami beri kitab, mereka membacanya dengan sebenar-benar bacaan. Mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barang siapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Baqarah: 121)

Resapilah kebersamaan dengan Al-Qur’an sehingga terasa lebih nikmat dan memberkahi usia yang dihabiskan bersamanya.

Imam Nawawi di dalam Kitab Al Adzkar berkata:
“Adapun waktu utama membaca Al-Qur’an di luar shalat ialah pada malam hari. Paruh kedua malam lebih utama dibanding paruh pertama. Disunahkan juga membacanya ketika selang waktu magrib dan isya. Sementara waktu siang, yang dianjurkan ialah ketika usai shalat subuh. Pada prinsipnya, kapan pun baca Al-Qur’an diperbolehkan. Tidak ada kemakruhan untuk baca Al-Qur’an kapan saja. Bahkan, membaca Al-Qur’an di waktu yang dimakruhkan shalat sekali pun tetap diperbolehkan.”

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.

Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here