Ngaji Dino Iki #704: Covid-19 dan Mati Syahid

0
363
JPNN.COM

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

Assalamualaikum w.w.

“When you are informed of dying a bad death, then it’s upon you to be wary of its reasons and to perform good deeds to evade it.”
(“Ketika kalian diberi tahu tentang kematian yang buruk, kalian harus waspada dengan penyebabnya dan melakukan amal saleh untuk menghindarinya.”)

Kematian yang buruk adalah akhir yang buruk (su’ul khatimah). Ia bukan karena terkena wabah seperti Covid-19, karena berjuang dan bersabar saat wabah dan mati karenanya tergolong mati syahid.

Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah saw bersabda:

الْقَتِيلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ شَهِيدٌ وَالْمَطْعُونُ شَهِيدٌ وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

Musnad Ahmad 10344: “Orang yang terbunuh di jalan Allah adalah mati syahid, orang yang mati terkena tha’un (wabah) adalah mati syahid, orang yang mati karena sakit perut adalah mati syahid dan barangsiapa mati di jalan Allah adalah syahid.”

Justru kematian yang amat buruk bila sudah tahu ada wabah namun seseorang berlaku sembrono, menantang takdir, lalu sebelum ajal belum juga bertaubat.

Persiapkanlah kematian dengan memperbaiki agama dan senantiasa beramal saleh.

Imam Asy-Syathibi berkata:
“Sesungguhnya su’ul khatimah tidak mungkin menimpa orang yang secara lahir dan batin baik dalam agamanya… Su’ul khatimah itu ada bagi orang yang rusak dalam akidahnya, terus-menerus melakukan dosa besar atau menganggap remeh dosa. Begitu pula su’ul khatimah, bisa terjadi pada orang yang asalnya berada di atas sunah, lantas keadaannya melenceng jauh dari jalan tersebut. Inilah amalan yang menyebabkan akhir hidup seseorang itu jelek. Kita berlindung kepada Allah dari yang demikian.”

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.

Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here