Ngaji Dino Iki #713: Habis Gelap Terbitlah Terang

0
183

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

“Allah swt is the protector of those who believe. He brings them out from darkness into the light.”
(“Allah swt pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya.”)

Sejarah Indonesia mencatat bahwa buku “Habislah Gelap Terbitlah Terang” merupakan kumpulan surat-surat RA Kartini.

Habis gelap terbitlah terang sebenarnya adalah pemahaman RA Kartini terhadap ayat 257 surah Al Baqarah yang selengkapnya, adalah:

اللَّهُ وَلِىُّ الَّذِينَ ءَامَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوٓا أَوْلِيَآؤُهُمُ الطّٰغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمٰتِ ۗ أُولٰٓئِكَ أَصْحٰبُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خٰلِدُونَ

Allah is the ally of those who believe. He brings them out from darknesses into the light. And those who disbelieve – their allies are Taghut. They take them out of the light into darknesses. Those are the companions of the Fire; they will abide eternally therein.

“Allah pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 257)

Adalah KH Saleh Darat yang merupakan guru agama bagi keluarga besar bupati Demak, termasuk RA Kartini di dalamnya.
Beliau mengajarkan tafsir Qur’an berdasarkan tafsir Faidhur Rahman yang ditulisnya sendiri yang merupakan tafsir atau terjemahan Al-Qur’an pertama yang menggunakan bahasa Jawa aksara Pegon.

Sejak berguru dan membaca tafsir tersebut, pandangan Kartini menjadi lebih Islami. Hal ini seakan tak pernah tertulis dalam sejarah Islam di Indonesia.

Sayyid Qutb menjelaskan dalam tafsir Zhilalnya, “Tak ada hakikat yang lebih tepat dan lebih jeli daripada pengungkapan iman dengan cahaya (Nur), dan pengungkapan kekafiran dengan kegelapan. Iman adalah cahaya yang kali pertama menyinari dan menerangi eksistensi seorang mukmin, yang memancar di dalam hatinya dan yang menyinari rohnya sehingga menjadi terang, cerah, dan memancarkan cahaya sekelilingnya dengan terang benderang.”

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Imam Syaukani

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here