Ngaji Dino Iki #715: Menjaga Lisan

0
408

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

“Ramadhan, time to keep your mouth from harsh and negative words, then fill it with kind and positive words.”
(“Ramadhan, waktunya menjaga lisan dari perkataan kasar dan negatif, lalu mengisinya dengan perkataan baik dan positif.”)

Manusia Agung Rasulullah saw pernah bersabda:

إِذَا أَصْبَحَ أَحَدُكُمْ يَوْمًا صَائِمًا فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ فَإِنِ امْرُؤٌ شَاتَمَهُ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ إِنِّي صَائِمٌ

Shahih Muslim: 1941. Apabila seseorang dari kamu sedang berpuasa pada suatu hari, janganlah bercakap tentang perkara yang keji dan kotor. Apabila dia dicaci maki atau diajak berkelahi oleh seseorang, hendaklah dia berkata: Sesungguhnya hari ini aku berpuasa, sesungguhnya hari ini aku berpuasa.

Malcolm Gladwell di dalam buku Blink menceritakan teknik priming effect yang dirancang oleh psikolog John Bargh bagi dua kelompok mahasiswanya selama satu semester.

Kelompok A materinya banyak menggunakan kata-kata kasar, mengganggu, dan agresif.

Kelompok B sebaliknya, menghargai, sopan, dan sabar. Keadaan ini mengubah alam bawah sadar (subconcious) mahasiswa sesuai kata-kata yang digunakan dalam kuliah dan soal ujian ke dalam perilaku keseharian mereka.

Di penelitian lebih lanjut, ternyata dalam 30 hari saja sudah cukup mengubah menjadi lebih baik atau lebih buruk.

Mahasuci Allah swt yang memerintahkan umat Islam untuk puasa Ramadhan. Tidak hanya menahan lapar, namun juga menahan lisan kasar, amarah, dan lain-lain. Lalu menggantinya dengan berzikir, membaca atau menghafal Al-Qur’an, berkata baik lagi sopan, dan lain lain.

Dalam 30 hari, insya Allah bisa kembali kepada fitrah manusia berakhlak mulia dan mencapai derajat takwa.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Imam Syaukani

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here