Ngaji Dino Iki #720: Pribadi Pemaaf

0
303

Assalamualaikum wr wb

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

“Only a forgiving heart can enjoy a sincere connection to Allah swt. Grudges take up too much space.”
(“Hanya hati yang pemaaf yang dapat menikmati hubungan yang bersungguh-sungguh dengan Allah swt. Sentimen menyita terlalu banyak tempat.”)

Berbagai peristiwa pilu yang dialami Rasulullah saw, misalnya di Thaif dan Uhud, bukan saja merupakan keteladanan tentang sifat pemaaf dan kebesaran jiwa seorang manusia yang agung, yang begitu erat hubungannya dengan Allah swt.

Begitu cintanya dengan sang Kekasih sehingga kezaliman yang disebabkan oleh makhluk tak membuatnya sentimen atau dendam.

Rasulullah saw mengingatkan, dari Sahl bin Mu’adz dari Bapaknya bahwa Rasulullah saw bersabda:

مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللَّهُ مِنْ الْحُورِ الْعِينِ مَا شَاءَ

Sunan Abu Daud 4147: “Barangsiapa menahan kemarahan padahal ia mampu untuk meluapkannya, maka pada hari kiamat Allah akan memanggilnya di antara manusia, hingga Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari sesuka hatinya.”

Di lain waktu Rasulullah saw pernah bersabda:
“Barangsiapa menahan amarahnya, niscaya Allah akan menutupi aibnya. Barangsiapa menahan emosinya, yang andaikata ia mau, ia bisa melampiaskannya, niscaya Allah memenuhi hatinya dengan ridha-Nya pada hari kiamat.” (HR Thabrani).

Aa Gym pun menyemangati:
“Alangkah nikmatnya menjadi pemaaf, batin tenang dan lapang, urusan menjadi mudah dan tuntas, hidup bahagia dan mulia serta dicintai orang.”

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Imam Syaukani

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here