Ngaji Dino Iki #743: Menuju Negeri Keabadian

0
174

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

None of you should long for death for if he is a good man, he may increase his good deeds, and if he is an evil doer, he may stop the evil deeds and repent

(“Janganlah salah seorang di antara kalian yang mengharap kematian, karena jika ia seorang yang berbuat baik, maka barangkali ia akan menambah amal salehnya, dan jika ia seorang yang berbuat buruk, maka barangkali ia menghentikan perbuatan buruknya dan bertobat.”)

Kematian sungguh merupakan hakikat yang menakutkan. Nyaris tak ada orang yang menginginkan kematiannya datang cepat dan tiba-tiba.

Kita tidak usah takut pada kematian, tetapi takutlah pada hidup setelah kematian.

Sebab Allah swt sudah menetapkan, bahwa:

كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ

Every soul will taste death….

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati…..(QS. Ali ‘Imran: 185).

Setelah itu kita dihadapkan kepada:

كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ

Every soul, for what it has earned, will be retained.

Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya (QS. Mudatsir: 38)

Namun, ajal datang tanpa salam dan permisi. Tidak ada yang mampu menolaknya. Dan tidak ada seorangpun kawan yang mampu menahannya.

Dari Abu Sa’id berkata: Rasulullah saw bersabda:

أَمَا إِنَّكُمْ لَوْ أَكْثَرْتُمْ ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ لَشَغَلَكُمْ عَمَّا أَرَى فَأَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ الْمَوْتِ فَإِنَّهُ لَمْ يَأْتِ عَلَى الْقَبْرِ يَوْمٌ إِلَّا تَكَلَّمَ فِيهِ فَيَقُولُ أَنَا بَيْتُ الْغُرْبَةِ وَأَنَا بَيْتُ الْوَحْدَةِ وَأَنَا بَيْتُ التُّرَابِ وَأَنَا بَيْتُ الدُّودِ فَإِذَا دُفِنَ الْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ قَالَ لَهُ الْقَبْرُ مَرْحَبًا وَأَهْلًا أَمَا إِنْ كُنْتَ لَأَحَبَّ مَنْ يَمْشِي عَلَى ظَهْرِي إِلَيَّ فَإِذْ وُلِّيتُكَ الْيَوْمَ وَصِرْتَ إِلَيَّ فَسَتَرَى صَنِيعِيَ بِكَ قَالَ فَيَتَّسِعُ لَهُ مَدَّ بَصَرِهِ وَيُفْتَحُ لَهُ بَابٌ إِلَى الْجَنَّةِ

Sunan Tirmidzi 2384: “Ingat, sesungguhnya bila kalian banyak-banyak mengingat pemutus segala kenikmatan niscaya kalian tidak sempat melakukan yang aku lihat, karena itu perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan (mati), sesungguhnya tidaklah ada suatu hari melewati makam (pekuburan) melainkan ia berbicara; aku rumah keterasingan, aku rumah kesendirian, aku rumah tanah, aku rumah cacing. Bila seorang hamba mukmin disemayamkan, makam berkata padanya: Selamat datang, engkau adalah orang yang berjalan di atas punggungku yang paling aku sukai, karena saat ini aku diberi kuasa menanganimu dan kau kembali kepadaku, kau akan melihat apa yang akan aku lakukan padamu.” Rasulullah saw bersabda: “Lalu diluaskan baginya sejauh mata memandang dan dibukakan baginya pintu menuju surga.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Imam Syaukani

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here