Ngaji Dino Iki #745: Menepati Janji

0
130
Mudanews.com

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

Fulfill the promise, surely (every) promise shall be questioned about
(“Penuhilah janji, karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya.”)

Orang yang berjanji hakikatnya berutang kepada orang yang diberi janji.

Ia (janji) wajib dipenuhi dan atau wajib membayar dengan menepati janjinya. Jika ia tidak menepati janjinya tanpa ada alasan syari yang dibenarkan, statusnya orang tersebut masih punya utang.

Dan jelas ia (janji) akan dimintai pertanggungjawaban.
Allah swt memberikan instruksi kepada orang yang beriman:

وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلَا تَنْقُضُوا الْأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلًا إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

And fulfill the covenant of Allah when you have taken it, [O believers], and do not break oaths after their confirmation while you have made Allah, over you, a witness. Indeed, Allah knows what you do.

“Dan tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah setelah diikrarkan, sedangkan kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah itu). Sesungguhnya, Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (QS. An-Nahl : 91)

Ingkar janji ini termasuk perbuatan atau tanda kemunafikan dan bukti atas adanya makar yang jelek serta rusaknya hati.

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ

Shahih Bukhari 2485: “Tanda-tanda munafik ada tiga; apabila berbicara dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila dipercaya khianat.”

Di lain waktu Rasulallah saw bersabda pula: dari Abdullah bin ‘Amru dari Nabi saw beliau bersabda:

كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ الْأَرْبَعِ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

Musnad Ahmad 6568: “Jika pada seseorang ada satu kebiasaan dari empat kebiasaan, maka pada orang tersebut ada satu kebiasaan seorang munafik sehingga ia meninggalkannya; jika berbicara berdusta, jika berjanji ingkar, jika bersepakat khianat, dan jika berselisih berbuat licik.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Imam Syaukani

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here