Ngaji Dino Iki #753: Seni Kehidupan Diri

0
167

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

“You are the artist of your own life. You can learn painting to many masters, but don’t hand the paintbrush to anyone else.”

(“Engkau adalah seniman hidupmu sendiri. Engkau bisa belajar melukis ke banyak pelukis ulung, tetapi jangan menyerahkan kuasmu pada orang lain.”)

Melukis kehidupan diri adalah pilihan setiap pribadi. Dengan bakat dan minat yang kita tekuni, dan dengan belajar dari orang lain seperti orang tua, guru, dosen, pelatih, motivator, dan lain lain, serta pengalaman yang dirasakan sendiri, kita semestinya mampu menciptakan kehidupan kita sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Tekun-tekunlah dalam mencari ilmu pengetahuan. Mencari ilmu tidak berhenti setelah kita menyandang sarjana, justru setelah sarjana kita diperintahkan untuk mencari ilmu Allah yang Mahaluas.

Sebagaimana shahabat nabi, dalam suatu riwayat disebutkan: Telah mengabarkan kepada kami Ubaidullah bin Sa’id ia berkata:

سَمِعْتُ أَبَا أُسَامَةَ يَقُولُ مَا رَأَيْتُ رَجُلًا أَطْلَبَ لِلْعِلْمِ مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ الشَّامَاتِ وَمِصْرَ وَالْيَمَنَ وَالْحِجَازَ

Sunan Nasa’i 5656: aku mendengar Abu Usamah berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang tekun dalam menuntut ilmu selain Abdullah Ibnul Mubarak, ia pernah pergi ke Syamat, Mesir, Yaman, dan Hijaz.”

Atau setidaknya berusaha meraih apa yang kita impikan selama hidup di dunia ini.

Dengan bekal iman kepada Allah swt dan Hari Akhir, tentunya kehidupan yang kita lukiskan harus bisa kita pertanggungjawabkan. Jangan ikut-ikutan tanpa ilmu.

Bukankah Allah swt telah berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

And pursue not that of which thou hast no knowledge; for every act of hearing, or of seeing, or of (feeling in) the heart will be enquired into (on the Day of Reckoning).

Artinya:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggunganjawabnya.” (QS. Al-Isra: 36)

Di lain ayat, Allah swt juga berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ

Every soul will be (held) in pledge for its deeds.

Artinya:
Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya (QS. Mudatstsir: 38).

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Imam Syaukani

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here