Ngaji Dino Iki #758: Memilih Idola

0
123
Ilustrasi dari internet

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

I admire people who choose to SHINE even after all storms they’ve been through.”

(“Saya mengagumi orang-orang yang memilih untuk BERSINAR bahkan setelah semua badai yang mereka lalui.”)

Mengagumi orang lain terutama untuk mengambil hikmah pelajaran dari pengalaman hidup, tantangan dan berbagai cobaan yang dihadapi kemudian memilih untuk tetap berjuang hingga mendapatkan kesuksesan, sangat dianjurkan menurut agama.

Di dalam Al-Qur:an banyak kisah perjuangan nabi dan rasul serta orang-orang shalih untuk menjadi hikmah dan teladan. Misalnya:

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ

There is for you an excellent example (to follow) in Abraham and those with him, when they said to their people: “We are clear of you and of whatever ye worship besides Allah…

Artinya:
Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah…

Terlebih perjuangan Nabi Muhammad saw yang banyak dilukiskan pada kitab-kitab sirah kenabiannya.
Allah swt menegaskan:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Ye have indeed in the Messenger of Allah a beautiful pattern (of conduct) for any one whose hope is in Allah and the Final Day, and who engages much in the praise of Allah.

Artinya:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Menurut Fakhruddin Ar-Razi, secara umum mengagumi orang lain, bisa bergaul dan menjadikannya sebagai teman diperbolehkan, apabila sebatas menyukai yang tampak (zhahir) saja, seperti kecerdasannya, kegigihannya dalam menjalani hidup, atau keahlian yang dimiliki, dll, tanpa menyebabkan kekufuran.

Tetapi haram hukumnya mengidolakan, apalagi sampai menjadikannya sebagai imam atau pemimpin bila mengorbankan keimanan kepada Allah swt.
Allah swt berfirman:

وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ

If any do that, in nothing will there be help from Allah: except by way of precaution, that ye may guard yourselves from them. But Allah cautions you (to remember) Himself; for the final goal is to Allah.

Artinya:
Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Imam Syaukani

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here