Ngaji Dino Iki #763: Cara Hidup Bahagia

0
113
Detiknews

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

“Happiness is when you can release all the anger, grudge and malice before going to sleep.”

(“Bahagia itu ketika bisa melepaskan semua amarah, dendam, dan kebencian sebelum tidur.”)

Robert Enright, seorang profesor psikologi yang menulis berbagai buku tentang memaafkan (forgiveness), berkata:
“Orang yang menyakiti Anda secara psikologis masih hidup dalam pikiran. Indikasinya adalah Anda masih memikirkan orang itu, memimpikan dia. Kalau terus terjadi, semua itu bisa bikin hidup Anda kacau balau… Dendam menahun bakal bikin Anda rugi sebab Anda akan tersakiti dua kali: pertama ketika Anda dilukai pertama kali dan kedua ketika Anda masih terobsesi dengan dendam terhadap pelakunya.”

Tedapat riwayat hadits Maqthu’ (riwayat yang disandarkan kepada Tabi’in), yang ditulis dalam kitab muwattha’ Imam Malik: dari Malik dari Yahya bin Sa’id ia berkata:

سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ يَقُولُ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ كَثِيرٍ مِنْ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ قَالُوا بَلَى قَالَ إِصْلَاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ وَإِيَّاكُمْ وَالْبِغْضَةَ فَإِنَّهَا هِيَ الْحَالِقَةُ

Muwatha’ Malik 1405: “Aku mendengar Sa’id bin Musayyab berkata; ‘Maukah kalian kuberi tahu dengan kebaikan yang lebih banyak daripada shalat dan zakat?” Mereka menjawab, “Tentu.” Sa’id berkata, “Memperbaiki hubungan sesama dan jauhilah amarah karena amarah itu adalah perusak dan pencabut agama.”

Orang-orang bijak berkata: “Always sleep with a clean heart” (Tidurlah selalu dengan hati yang bersih)

Suatu saat pernah Rasulullah saw bertitah di saat beliau berkumpul di tengah masjid bersama para sahabat: …sebentar lagi kalian akan melihat calon penghuni surga…

Tak lama kemudian, masuklah seorang laki-laki ke dalam masjid dengan wajah yang segar, karena habis wudu. Laki-laki itu kemudian shalat takhiyatul masjid.

Penasaran terhadap sabda Rasulullah saw, shahabat Abdullah bin Amru bin Ash secara diam-diam mengamati orang ini. Dia mengamati calon penghuni surga, sampai pulang ke rumahnya.

Abdullah bin Amr bin Ash menyamar sebagai musafir yang membutuhkan rumah untuk menginap. Maka, menginaplah dia di rumah calon penghuni surga selama tiga hari.

Hasil pengamatannya terhadap orang yang disebut oleh Rasulullah saw sebagai calon penghuni surga adalah ia (calon penghuni surga) biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa, kecuali hanya terdengar takbir dan zikir ketika bangun dari tidur.

Ketika ia hendak pamit pergi, Abdullah membuka diri dan menceritakan tujuannya menginap serta bertanya mengenai ibadahnya.

Tetapi calon penghuni surga hanya tersenyum…
Ketika Abdullah akan menaiki ontanya, calon penghuni surga berkata:

….aku adalah sebagaimana engkau lihat. Hanya, aku tidak pernah iri hati dan dengki terhadap nikmat Allah SWT yang diberikan kepada orang lain. Setiap malam, sebelum tidur, aku membersihkan hatiku dari ujub, takabur, kedengkian, dan rasa dendam. Aku juga tidak pernah berbuat curang (zalim) kepada seseorang, baik muslim maupun bukan muslim…

Semoga kita bisa mencontoh kebiasaan manusia calon penghuni surga tersebut di atas.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Imam Syaukani

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here