Ngaji Dino Iki #777: Cara Menghangatkan Jiwa

0
97
Ilustrasi dari internet

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)

 

“Fajr In a cold dawn. Fajr warms up the soul.”

(“Di waktu subuh yang dingin, shalat Subuh menghangatkan jiwa.”)

Hujan deras yang turun semalam menciptakan hawa dingin menghanyutkan di waktu subuh, membuat sebagian orang memilih meringkuk di dalam selimut di peraduannya.

Bangunlah, jangan teruskan tidurmu di waktu yang mulia ini. Hangatkan jiwa dan tubuhmu dengan bersedekah pagi, yaitu dengan berjalan menuju mushala atau masjid terdekat.

إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ لَا يَنْهَزُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَا يُرِيدُ إِلَّا الصَّلَاةَ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً حَتَّى يَدْخُلَ الْمَسْجِدَ

Sunan Ibnu Majah 766: “Jika salah seorang dari kalian berwudu dan membaguskannya, kemudian datang ke masjid, dan tidak ada yang menggerakkannya berjalan menuju masjid kecuali shalat, maka tidaklah ia melangkahkan kaki kecuali dengannya Allah akan mengangkat derajat dan menghapus dosanya hingga ia masuk masjid.”

Allah swt juga telah memberikan jaminan kepada orang yang menjaga shalat Subuh-nya terbebas dari siksa neraka jahanam. Rasulullah saw bersabda:

Jarir bin Abdullah berkata:

كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ نَظَرَ إِلَى الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ فَقَالَ أَمَا إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ لَا تُضَامُّونَ فِي رُؤْيَتِهِ فَإِنْ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ لَا تُغْلَبُوا عَلَى صَلَاةٍ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا يَعْنِي الْعَصْرَ وَالْفَجْرَ

Shahih Muslim 1002: “Kami pernah duduk-duduk di sisi Rasulullah saw. Tiba-tiba beliau melihat bulan di malam purnama dan berujar; ’Ketahuilah, kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini, kalian tidak kesulitan melihatnya, sekiranya kalian mampu untuk tidak keberatan mendirikan shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, maksudnya shalat Ashar dan Shubuh (fajar)’.”

Dari Abu Bakr bin Imarah bin Ru’aibah dari Ayahnya dia berkata; aku mendengar Rasulullah saw bersabda:

لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا يَعْنِي الْفَجْرَ وَالْعَصْرَ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ آنْتَ سَمِعْتَ هَذَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَعَمْ قَالَ الرَّجُلُ وَأَنَا أَشْهَدُ أَنِّي سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَتْهُ أُذُنَايَ وَوَعَاهُ قَلْبِي

Shahih Muslim 1003: “Tidak akan masuk neraka seseorang yang shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.” Maksudnya fajar (subuh) dan ashar, lantas seseorang dari penduduk Bashrah berkata; “Apakah engkau mendengar hadis ini dari Rasulullah saw? Jawabnya; “Benar”. Laki-laki itu berkata; “Dan saya bersaksi bahwa saya mendengarnya dari Rasulullah saw, kedua telingaku mendengarnya, dan hatiku mencermatinya dengan serius.”

 

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum w.w.

Dari sahabatmu

 

Imam Syaukani

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here