Ngaji Dino Iki #790: Berpikir Positif terhadap Good Looking

0
86
Pernyataan Menag Fachrul Razi terkait "good looking" mengundang kontroversi. (Republika)

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

“From today onward, think positive thoughts, believe in yourself and others, share smile and spread kindness.”

(“Mulai hari ini dan seterusnya, tanamkan pikiran positif, percaya pada diri sendiri dan orang lain, bagikan senyum dan sebarkan kebaikan.”)

Setiap hari baru, mulailah dengan segala hal yang positif. Pikiran positif (husnuzan) melahirkan rasa percaya diri, rasa syukur, senyuman yang tulus dan optimisme, hingga menghasilkan performance terbaik sebagai apa pun kita, baik sebagai seorang pelajar, karyawan, pebisnis, profesional, bahkan seorang ibu rumah tangga sekalipun.

Ingatlah riwayat hadits, dari Syutair bin Nahar dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ حُسْنَ الظَّنِّ مِنْ حُسْنِ الْعِبَادَةِ

Musnad Ahmad 7615: “Sesungguhnya prasangka yang baik termasuk ibadah yang baik.”

Pikiran positif mampu menghargai orang lain, memercayakan amanah, berbuat kebajikan dan memperkuat persaudaraan.

Abu Hurairah berkata; Nabi saw, beliau bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَكُونُوا إِخْوَانًا

Shahih Bukhari 4747: “Jauhilah oleh kalian prasangka (buruk), sebab prasangka itu adalah ungkapan yang paling dusta. Dan janganlah kalian mencari-cari aib orang lain, jangan pula saling menebar kebencian dan jadilah kalian orang-orang yang bersaudara.”

Oleh karenanya, jangan berburuk sangka terhadap good looking (sebab good looking, memang merupakan kreasi Allah swt terhadap makhluk-Nya), jangan pula berburuk sangka terhadap para dai yang hafidl Qur’an (sebab mereka adalah penerus tugas kenabian yang mulia). Jangan pula berburuk sangka terhadap aktivis dan orang yang aktif ke masjid (sebab merekalah sesungguhnya orang orang yang beriman, disebabkan mereka meramaikan dan memakmurkan masjid).

Allah swt menegaskan:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَءَاتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

The mosques of Allah shall be visited and maintained by such as believe in Allah and the Last Day, establish regular prayers, and practise regular charity, and fear none (at all) except Allah. It is they who are expected to be on true guidance.

Artinya:
Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (At-Taubah: 18)

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Imam Syaukani

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here