Ngaji Dino Iki #794: Time Break

0
91

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

“Something a break from your routine is the very thing you need.”

(“Terkadang istirahat dari rutinitas adalah hal yang Anda butuhkan.”)

Episode kehidupan sering kali penuh perjuangan dan pengorbanan yang begitu melelahkan. Ketika lelah, kita tentu butuh ketenangan, istirahat dan refreshing.

Saat tiba waktunya, walaupun tak bisa lama, gunakan seefektif dan seefisien mungkin agar kembali mendapatkan kesegaran yang dibutuhkan tubuh dan pikiran.

Walau “hanya” istirahat, dalam pandangan Islam, ia bisa bernilai pahala karena tak melanggar syariat atau menghidupkan sunah.

Tidur, misalnya, diawali dengan wudu mengingat sabda Rasulullah saw, dari Al Bara’ bin ‘Azib berkata, “Nabi saw bersabda:

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ

Shahih Bukhari 239: “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu, wudulah seperti wudu untuk shalat.”

Membaca doa-doa ma’tsur sebelum tidur, dan berbaring miring ke kanan (Ahmad: 9091) dengan tangan kanan di pipi kanan, mengingat berita dari Abu ‘Ubaidah dari Abdullah, ia berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ وَضَعَ يَدَهُ يَعْنِي الْيُمْنَى تَحْتَ خَدِّهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ أَوْ تَجْمَعُ عِبَادَكَ

Sunan Ibnu Majah 3867: bahwa apabila Nabi saw hendak pergi ke tempat tidurnya, beliau meletakkan tangannya -yaitu yang kanan- di bawah pipinya, lalu beliau mengucapkan: “Allahumma qinii ‘adzaabaka yauma tab’ats au tajma’ ‘ibadaka (Ya Allah, lindungilah aku dari adzab-Mu pada hari saat Engkau bangkitkan -atau kumpulkan- para hamba-Mu.”

Lalu berolahraga, tetap istiqamah untuk menutup aurat baik laki-laki dan wanita sesuai kaidahnya; dan sebagainya. mengingat sabda Rasulallah saw, dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah saw bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Shahih Muslim 3971: “Ada dua golongan penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat. (1) Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, yang dipergunakannya untuk memukul orang. (2) Wanita-wanita berpakaian, tetapi sama juga dengan bertelanjang (karena pakaiannya terlalu minim, terlalu tipis atau tembus pandang, terlalu ketat, atau pakaian yang merangsang pria karena sebagian auratnya terbuka), berjalan dengan berlenggok-lenggok, mudah dirayu atau suka merayu, rambut mereka (disasak) bagaikan punuk unta. Wanita-wanita tersebut tidak dapat masuk surga, bahkan tidak dapat mencium bau surga. Padahal bau surga itu dapat tercium dari begini dan begini.”

Semoga waktu istirahat kita penuh berkah dan menyegarkan lahir dan batin.

Aamiin Yaa Rabbal Alamin.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Imam Syaukani

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here