Ngaji Dino Iki #802: Hidden Agenda Allah Swt

0
91
Foto diambil dari internet

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

“Appreciate where you are in your journey, even if it is not where you want to be. Every season serves a purpose.”

(“Pahami di mana Anda berada dalam perjalanan (hidup) Anda, meskipun itu bukan di tempat yang Anda inginkan. Setiap masa memiliki tujuan.”)

Demikian kuasa Allah swt atas waktu pada setiap makhluk ciptaan-Nya. Ada yang punya rencana besar untuk merampungkan proyek pekerjaannya, menikah, atau berlibur untuk bertemu keluarga dan orang tua di kampung halaman.

Namun, Allah swt memberinya takdir lain, tiba-tiba jatuh sakit, mengurus keluarga sakit, atau tugas lain yang tidak terencana sebelumnya.

Ibnu Thawus berkata; Saya pernah mendengar Abdullah bin Umar mengatakan; Rasulullah saw telah bersabda:

كُلُّ شَيْءٍ بِقَدَرٍ حَتَّى الْعَجْزِ وَالْكَيْسِ أَوْ الْكَيْسِ وَالْعَجْزِ

Shahih Muslim 4799: Segala sesuatu itu sesuai takdirnya, hingga kelemahan dan kecerdasan (atau kecerdasan dan kelemahan).

Cobalah memahami hidden agenda Allah swt yang harus kita jalankan. Boleh jadi, takdir yang menimpa diri kita adalah harga wajib untuk mencapai kesuksesan yang dituju atau kesuksesan lain yang lebih tinggi.

Kesadaran itu melahirkan kerelaan berkorban untuk Allah swt. Allah swt telah menegaskan:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

And there is the type of man who gives his life to earn the pleasure of Allah; and Allah is full of kindness to (His) devotees.

Artinya:
“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (QS Al-Baqarah: 207)

Dari Abu Sallam dari Khadim Nabi saw dari Nabi saw bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa yang mengatakan:

رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا

Musnad Ahmad 18200: Radlitu Billahi Rabba Wa Bil Islaami Diina Wa Bimuhammadin Nabiyya (Aku ridla Allah sebagai Rabb-ku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabi-ku) saat ia memasuki sore hari sebanyak tiga kali dan di pagi hari tiga kali, maka wajib bagi Allah untuk meridainya pada hari kiamat.”

Akhirnya semoga Allah swt meridai kita semua.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Imam Syaukani

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here