Ngaji Dino Iki #803: Berbaik Sangka kepada Allah Swt

0
235

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

Verily, my Lord has always been kind to me.”

(“Sesungguhnya Dia (Tuhanku) sangat baik kepadaku.”)

Perkataan Nabi Ibrahim as di atas semestinya membuat kita malu. (di abadikan dalam al Qur’an surah Maryam: 47), merupakan cobaan seorang Nabi Ulul Azmi tentu di atas rata-rata Nabi lain, apalagi manusia biasa.

Sejak remaja telah menjadi nabi hingga wafat di usia 175 tahun, begitu banyak liku kehidupan dan cobaan yang dihadapinya. Hasilnya, ketika Nabi Muhammad saw Israk Mirkaj, beliau melihat nabi Ibrahim di langit ke-7 sedang bertawaf bersama 70 ribu malaikat di Baitul Ma’mur, hanya satu tingkat di bawah Sidratul Muntaha.

Demikian tinggi derajat sang khalilullah karena beliau senantiasa bersyukur, Allah swt telah begitu baik padanya, juga pada kita semua.

Rasulullah saw pernah bersabda, terkait cobaan hidup di dunia: Dari Abdullah ia berkata; Rasulullah saw pernah membuatkan kami garis berbentuk persegi empat. Kemudian beliau membuat sebuah garis di tengahnya, lalu membuat beberapa garis di sekitarnya dan membuat sebuah garis yang berada di luar garis tengah itu. Beliau pun bersabda:

هَذَا الْإِنْسَانُ لِلْخَطِّ الْأَوْسَطِ وَهَذَا الْأَجَلُ مُحِيطٌ بِهِ وَهَذِهِ الْأَعْرَاضُ لِلْخُطُوطِ فَإِذَا أَخْطَأَهُ وَاحِدٌ نَهَشَهُ الْآخَرُ وَهَذَا الْأَمَلُ لِلْخَطِّ الْخَارِجِ

Sunan Darimi 2613: “Ini adalah manusia, yaitu garis tengah, ini adalah ajal yang mengelilingnya. Ini adalah hal-hal yang akan terjadi (pada manusia, berupa bala`, ujian, dan cobaan sewaktu di dunia) pada garis-garis ini. Jika tidak terkena satu garis, maka akan digigit (terkena) garis yang lain (bala’ dan cobaan itu akan selalu datang silih berganti tanpa henti). Dan ini adalah harapan, yaitu garis yang berada di luar.”

Apa pun kondisi kita, harta kita, jabatan, penghormatan, tak boleh kecewa bila tak sesuai harapan. Boleh jadi ini wujud rasa sayang-Nya sehingga kita terhindar dari istidraj, di azab belakangan.

نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ–وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الْأَلِيمُ

Tell My servants that I am indeed the Oft-Forgiving, Most Merciful,– And that My Penalty will be indeed the most grievous Penalty.

Artinya:
“Kabarkanlah pada para hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih”. (QS. Al-Hijr: 49-50)

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Imam Syaukani

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here