Ngaji Dino Iki #805: Daya dan Kekuatan Iman

0
118
Pikiran Rakyat Cirebon

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

You are confined only by the walls you build yourself.”

(“Anda hanya dibatasi oleh tembok yang Anda bangun sendiri.”)

Kadang di antara kita ada yang membangun “tembok penghalang” bagi dirinya untuk mau belajar, memulai sesuatu yang baru dan berkembang.

Tembok imajiner itu biasanya terbuat dari rasa takut mencoba, takut gagal, gengsi, atau comfort zone (puas di zona nyaman) yang melenakan.

Tembok ini mulai dari hal yang simpel seperti mau belajar naik sepeda hingga berani mengambil keputusan penting yang bisa mengubah hidup.

Bila kita mengenal Allah swt dengan benar, segala rasa takut dan khawatir yang bersifat duniawi hilang berganti dengan kelapangan dada, optimisme, dan keberanian.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَ بُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوافَلَاخَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَاهُمْ يَحْزَنُونَ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَاجَزَاءً بِمَاكَانُوايَعْمَلُونَ

Verily those who say, “Our Lord is Allah,” and remain firm (on that Path), on them shall be no fear, nor shall they grieve.– Such shall be Companions of the Garden, dwelling therein (for aye): a recompense for their (good) deeds.

Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.

Ibnul Qayyim berkata:
“Hal terbesar yang akan menjadikan dada lapang adalah ketauhidan. Berdasarkan kesempurnaannya dan kekuatannya, kelapangan dada dan keberanian akan mengalami hal yang serupa.”

Keyakinan kepada Allah swt bisa menjadi energi dan kekuatan yang tak terbatas bagi keberanian.

Dari Malik dari Yahya bin Sa’id bahwa Umar bin Khattab berkata:

كَرَمُ الْمُؤْمِنِ تَقْوَاهُ وَدِينُهُ حَسَبُهُ وَمُرُوءَتُهُ خُلُقُهُ وَالْجُرْأَةُ وَالْجُبْنُ غَرَائِزُ يَضَعُهَا اللَّهُ حَيْثُ شَاءَ فَالْجَبَانُ يَفِرُّ عَنْ أَبِيهِ وَأُمِّهِ وَالْجَرِيءُ يُقَاتِلُ عَمَّا لَا يَئُوبُ بِهِ إِلَى رَحْلِهِ وَالْقَتْلُ حَتْفٌ مِنْ الْحُتُوفِ وَالشَّهِيدُ مَنْ احْتَسَبَ نَفْسَهُ عَلَى اللَّهِ

Muwatha’ Malik 879: “Kemuliaan seorang mukmin adalah ketakwaannya, agamanya adalah kehormatannya, wibawanya adalah akhlaknya, sedangkan keberanian dan jiwa pengecut adalah adalah naluri yang Allah tanamkan kepada siapa yang Ia kehendaki. Orang yang takut akan lari dari membela bapak dan ibunya, sedangkan orang yang berani akan berperang membela sesuatu yang tidak akan dibawa ke dalam rumahnya. Gugur dalam peperangan adalah salah satu jenis kematian, sedangkan syahid adalah orang yang menyerahkan jiwanya kepada Allah.”

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Imam Syaukani

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here