Ngaji Dino Iki #817: Taubat dan Istiqamah dalam Kebaikan

0
81

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

“Be determined to not to repeat the faults you have regretted and abide doing good until your last breath and never give up.”

(“Bertekadlah untuk tidak mengulangi kesalahan yang telah Anda sesali dan tetaplah berbuat baik sampai nafas terakhir Anda dan jangan pernah menyerah.”)

Allah swt telah berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ

O ye who believe! Turn to Allah with sincere repentance: in the hope that your Lord will remove from you your ills and admit you to Gardens beneath which Rivers flow; the Day that Allah will not permit to be humiliated the Prophet and those who believe with him.

Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia (QS At Takhrim: 8).

Al-Ashfahani mengungkapkan bahwa seseorang yang melakukan kesalahan atau perbuatan dosa pun memiliki keindahan tersendiri, jika diikuti oleh taubat kepada Allah.

Imam Ghazali berkata:
“Jika seseorang bertaubat dari perbuatan dosanya, Allah jadikan malaikat yang menjaga amalnya melupakan dosanya, pun anggota tubuhnya dan tempat-tempat di bumi hingga ia bertemu dengan Allah tanpa ada saksi atas dosanya.”

Kemudian teruslah berbuat baik. Karena kebaikan itu mulia. Dampaknya bisa selamanya. Membuat pelaku dan sekitarnya bahagia.

Senantiasalah dalam kebaikan, sebab Allah swt akan selalu memberikan balasan bagi hamba-Nya yang berbuat kebaikan dengan kebaikan yang berlipat ganda.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw, dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah saw bersabda:

مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةً وَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَعَمِلَهَا كُتِبَتْ لَهُ عَشْرًا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا لَمْ تُكْتَبْ وَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ

Shahih Muslim 186: “Barangsiapa berkeinginan untuk kebaikan namun belum melakukannya, dicatatlah untuknya sebagai satu kebaikan, dan barangsiapa berkeinginan untuk suatu kebaikan lalu melakukannya, dicatatlah untuknya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat. Dan barangsiapa berkeinginan untuk kejelekan namun belum mengerjakannya, tidak dicatat sebagai dosa. Namun jika dia mengamalkannya, ditulislah sebagai satu dosa untuknya.”

Ustadz Salim A. Fillah menyemangati:
“Tak ada yang terlalu buruk untuk memulai hal baik. Tak ada yang terlalu baik untuk berhenti dari kebaikan.”

Semoga kita semua diberi kekuatan untuk teguh di jalan kebaikan. Karena kebaikan pula, berkah dan rahmat Allah turun tak terhingga.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Imam Syaukani

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here