Ngaji Dino Iki #826: Doa dan Kebahagiaan

0
190
Gambar diambil dari Hipwee

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

 

“Don’t weep from a life that made your heart weep, just say: O Allah, compensate me with good in this life and hereafter. Sadness departs whit a sujood and happiness comes with a sincere duaa.”

(“Jangan menangis dari kehidupan yang membuat hatimu menangis, katakanlah, ‘Ya Allah, ganjarkan aku dengan kebaikan di kehidupan ini dan di akhirat.’ Kesedihan hilang dengan sujud dan kebahagiaan datang dengan doa yang tulus.”)

Al-Qur’an memberitakan bahwa shalat itu adalah sarana untuk ingat kepada Allah swt. Dan bila hati manusia setelah ingat kepada Allah swt, hati itu akan tenang.

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

…and establish regular prayer for celebrating My praise.

Artinya:

…Dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

 

Di firman lain, Allah swt menjelaskan:

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Those who believe, and whose hearts find satisfaction in the remembrance of Allah: for without doubt in the remembrance of Allah do hearts find satisfaction.

Artinya:

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Rasulullah saw pernah bersabda: “Sesungguhnya shalat dijadikan untukku sebagai penenang hati.”

Namun, bila hati dan fisik terlalu lelah dengan persoalan atau musibah, tidurlah lebih awal di malam hari.

Sebab, dari Mu’adz bin Jabal dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَبِيتُ عَلَى ذِكْرٍ طَاهِرًا فَيَتَعَارُّ مِنْ اللَّيْلِ فَيَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

Sunan Abu Daud 4385: “Tidaklah seorang mukmin tidur dalam keadaan telah berzikir dan suci, lalu bangun di sebagian malam dan meminta kepada Allah kebaikan di dunia dan di akhirat kecuali Allah akan memberinya.”

Lantunan zikir yang tulus walaupun sederhana dapat menenangkan hati.

Dari Saad bin Malik berkata:

رَمَقْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلَاتِهِ فَكَانَ يَتَمَكَّنُ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ قَدْرَ مَا يَقُولُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ثَلَاثًا

Sunan Abu Daud 751: (Hadits dhoif) “Aku memperhatikan Nabi saw pada waktu shalat, maka beliau tenang dalam ruku’ dan sujudnya walau dengan hanya membaca; ‘Subhanallah wa bihamdihi (Maha suci Allah dengan segala puji-pujian-Nya).” Sebanyak tiga kali.”

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum w.w.

Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here