Ngaji Dino Iki #831: Olahraga dan Kebahagiaan

0
340
Kenangan sepak olahraga sepak bola masa kecil. (Daenggassing.com)

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

“Do sport with your heart instead of mind. Your mind is full of doubt, while your heart is simply happy.”

(“Lakukan olahraga dengan hatimu, bukan dengan pikiran. Pikiranmu penuh keraguan, sementara hatimu cukup dengan merasa bahagia.”)

Ketika kita mengandalkan pikiran, kita akan menimbang apakah kita sanggup atau tidak sanggup menyelesaikan target olahraga yang kita tekuni.

Namun bila kita mengandalkan hati, keraguan yang menghantui kan terlupakan, langsung saja cus dan biarkan endorfin menambah kebahagiaan berolahraga.

Kebahagiaan hati seperti ini adalah kebahagiaan positif yang diijinkan Allah swt, sepanjang tidak melupakan ibadah wajib kepada Allah swt.

Dari  Khalid bin Yazid Al Juhani berkata; “Rasulullah saw bersabda:

وَلَيْسَ اللَّهْوُ إِلَّا فِي ثَلَاثَةٍ تَأْدِيبِ الرَّجُلِ فَرَسَهُ وَمُلَاعَبَتِهِ امْرَأَتَهُ وَرَمْيِهِ بِقَوْسِهِ وَنَبْلِهِ وَمَنْ تَرَكَ الرَّمْيَ بَعْدَ مَا عَلِمَهُ رَغْبَةً عَنْهُ فَإِنَّهَا نِعْمَةٌ كَفَرَهَا أَوْ قَالَ كَفَرَ بِهَا

Sunan Nasa’i 3522: Tidak ada hiburan kecuali dalam tiga hal; seorang laki-laki yang melatih kudanya, candaan seorang terhadap isterinya, dan lemparan anak panahnya. Dan barangsiapa yang tidak melempar setelah ia mengetahui ilmunya karena tidak menyenanginya, maka sesungguhnya hal itu adalah kenikmatan yang ia kufuri.”

Suatu saat, Rasulallah saw juga bersabda:

“Segala sesuatu yang bukan merupakan dzikir kepada Allah adalah perbuatan yang sia-sia dan lalai, kecuali empat perkara: Seseorang bercengkrama dengan istrinya, seseorang melatih kudanya, bergeraknya seseorang diantara dua tujuan (misal: berlari atau bersepeda,) dan belajar berenang.” (HR. An-Nasai)

Juga tidak kalah pentingnya adalah:

Being religious doesn’t mean we can’t enjoy this world. In fact, Allah swt ordered us to enjoy His blessing but without disobeying Him.

Maksudnya:

“Menjadi religius tidak berarti kita tidak bisa menikmati dunia ini. Sebenarnya, Allah memerintahkan kita untuk menikmati rahmat-Nya namun tanpa melanggar perintah-Nya.”

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum w.w.

Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here