Ngaji Dino Iki #837: Jangan Mencela Hujan

0
154
Tengah Kota Surabaya saat diguyur hujan. Foto: Dok. suarasurabaya.net

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

Watch your mouth, don’t denounced the rain.”
(“Jaga lisanmu, jangan mencela hujan.”)

Sudah seminggu, kota Surabaya di guyur hujan rintik rintik tiada henti. Sejatinya Allah swt sedang memberikan hadiyah yang luar biasa dengan diturunkannya hujan tersebut, kepada para hamba-Nya.
Hal ini merujuk informasi dari al Qur’an tentang hujan

1) Hujan adalah rahmat.

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ

He is the One that sends down rain (even) after (men) have given up all hope, and scatters His Mercy (far and wide).

Artinya:
“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya.” (QS. Asy Syura:28)

2) Air hujan untuk bersuci

وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ

and He caused rain to descend on you from heaven, to clean you therewith.

Artinya:
“Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu.” (QS. Al Anfaal: 11)

3) Air adalah sumber penghidupan

وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا
And Allah sends down rain from the skies, and gives therewith life to the earth after its death.

Artinya:
“Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya.” (QS. An Nahl: 65)

Karena itu, berhati-hati dengan lisan kita, jangan sampai ada di antara kita yang mencela hujan.

Sebab dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لَا يَرَى بِهَا بَأْسًا يَهْوِي بِهَا سَبْعِينَ خَرِيفًا فِي النَّارِ

Sunan Tirmidzi 2236: “Bisa jadi seseorang mengatakan satu patah kata yang menurutnya tidak apa-apa tapi dengan kalimat itu ia jatuh ke neraka selama tujuhpuluh tahun.”

Bila hanya berkata semisal, “Di luar hujan deras, kita shalatnya di rumah saja ya,” tanpa bermaksud mencela, jumhur ulama masih memperbolehkan.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here