Ngaji Dino Iki #840: Istikhara, Syukur, dan Bahagia

0
105
Jalan Dakwah

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

“Happiness doesn’t come from getting something you don’t have, rather from recognizing and thank Allah swt for what you have.”

(“Kebahagiaan tak datang dari memperoleh sesuatu yang belum Anda miliki, melainkan dari pengakuan dan syukur kepada Allah swt atas apa yang Anda miliki.”)

Allah swt telah berfirman:

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ طُوبَى لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ

“For those who believe and work righteousness, is (every) blessedness, and a beautiful place of (final) return.”

Artinya:
Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik (QS ar Ra’du: 29).

Kebahagiaan sebenarnya cukup dijalankan dengan cara sederhana.
Kebahagiaan dapat kita raih, bisa dengan cara berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat, lalu melakukan aktivitas menyenangkan bersama, walau keterbatasan mobilitas akibat pandemi yang belum kunjung usai adalah anugerah yang luar biasa dari Allah. Kita patut mensyukurinya.

Dari Asy Sya’bi dari An Nu’man bin Basyir ia berkata; Nabi saw bersabda di atas mimbar:

مَنْ لَمْ يَشْكُرْ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرْ الْكَثِيرَ وَمَنْ لَمْ يَشْكُرْ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرْ اللَّهَ التَّحَدُّثُ بِنِعْمَةِ اللَّهِ شُكْرٌ وَتَرْكُهَا كُفْرٌ وَالْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ

Musnad Ahmad 17721: “Barangsiapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak. Dan barangsiapa tidak berterima kasih kepada manusia, ia tidak akan bersyukur kepada Allah. Membicarakan nikmat Allah termasuk syukur, sedangkan meninggalkannya merupakan perbuatan kufur. Hidup berjamaah adalah rahmat, sedangkan perpecahan adalah azab.”

Terdapat pula ajaran Rasulullah saw untuk memilih yang terbaik dan ketenangan hidup, yang di kenal dengan istikhara (yang zaman sekarang banyak ditinggal pengikutnya).

Sa’d bin Abu Waqqash berkata; Rasulullah saw bersabda:

مِنْ سَعَادَةِ ابْنِ آدَمَ اسْتِخَارَتُهُ اللَّهَ وَمِنْ سَعَادَةِ ابْنِ آدَمَ رِضَاهُ بِمَا قَضَاهُ اللَّهُ وَمِنْ شِقْوَةِ ابْنِ آدَمَ تَرْكُهُ اسْتِخَارَةَ اللَّهِ وَمِنْ شِقْوَةِ ابْنِ آدَمَ سَخَطُهُ بِمَا قَضَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

Musnad Ahmad 1367: “Di antara kebahagiaan anak Adam adalah istikharahnya (memohon pilihan dengan meminta petunjuk kepada Allah) kepada Allah, dan di antara kebahagiaan anak Adam adalah kerelaannya kepada ketetapan Allah, sedangkan di antara kesengsaraan anak Adam adalah dia meninggalkan istikharah kepada Allah, dan di antara kesengsaraan anak Adam adalah kemurkaannya terhadap ketetapan Allah.”

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here