Ngaji Dino Iki #845: Puas Menerima Takdir

0
226
Bernas.id

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

“You must convince your heart that whatever Allah swt has decreed is more appropriate and most beneficial for you.”

(“Kalian harus meyakinkan hati kalian, bahwa apapun yang telah Allah swt tetapkan lebih tepat dan paling bermanfaat bagi kalian.”)

Terdapat riwayat hadits, dari Abu Sallam dari Khadim Nabi saw dari Nabi saw bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa yang mengatakan:

رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا حِينَ يُمْسِي ثَلَاثًا وَحِينَ يُصْبِحُ ثَلَاثًا كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُرْضِيَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Musnad Ahmad 18200: ‘Radlitu Billahi Rabba Wa Bil Islaami Diina Wa Bimuhammadin Nabiyya.

(Aku rida Allah sebagai Rabb-ku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabi-ku).’  saat ia memasuki sore hari sebanyak tiga kali dan di pagi hari tiga kali, maka wajib bagi Allah untuk meridainya pada hari kiamat.”.

Aku rida Allah sebagai Rabb-ku artinya  segala ketentuan, perintah, larangan, anjuran dan apa saja yang datangnya dari Allah swt,  aku terima dengan rela dan senang hati serta puas.

Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi berkata:

“Semua yang menimpa manusia berdasarkan qadha dan qadar Allah swt. Allah swt telah mengetahui hal itu sebelumnya. Pena-Nya telah menulis semua takdir dan ketentuan. Dengan pena itu, kehendak dan hikmah-Nya berlaku. Namun yang amat penting adalah apakah manusia menunaikan tugasnya dalam hal qadha dan qadar ataukah tidak ?”

Terdapat riwayat yang shahih, dari al-Abbas bin Abdul Muththalib bahwa dia mendengar Rasulullah saw  bersabda:

ذَاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا

Shahih Muslim 49: “Telah merasakan nikmatnya iman bagi orang yang ridha dengan Allah sebagai Rabb dan Islam sebagai agama serta Muhammad sebagai Rasul.”

Tetaplah bersemangat. Irfan Ramdhani di dalam bukunya “Tabah Sampai Akhir” menuliskan:

“Pendaki yang sampai ke puncak hanyalah yang tangguh. Pejuang yang sampai ke kesuksesan hanyalah yang sabar. Dan kita diberikan pilihan, menjadi manusia yang mudah rapuh karena tantangan, atau justru menghebat seiring dengan hebatnya rintangan. Percayalah, badai selalu menyisakan pohon-pohon terkuat.”

Semoga bermanfaat

Wassalamu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

alaikum w.w.

Dari sahabatmu

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here