Ngaji Dino Iki #846: Kemaksiatan Bukan Panggilan Jiwa

0
191
QM Finansial

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

“Allah swt has placed on your heart a special passion area where you feel a burning desire to do something. It’s your calling.”

(“Allah telah menempatkan di hatimu bidang passion khusus yang merasakan keinginan membara untuk menekuni suatu hal. Itulah panggilan jiwamu.”)

Allah swt menganugerahkan bakat dan minat setiap orang berbeda-beda. Carilah bila belum menemukannya. Abu Hurairah berkata, nanusia agung Rasulullah saw pernah bersabda:

مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ ثُمَّ يَقُولُ اقْرَءُوا

Shahih Muslim 4804: Seorang bayi tidak dilahirkan (ke dunia ini) melainkan ia berada dalam kesucian (fitrah).

Dengan bekal iman kepada Allah swt, panggilan jiwa tidak akan menuntun kepada hal-hal yang berbau maksiat dan haram.

Allah swt telah menegaskan:

كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَى شَاكِلَتِهِ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَى سَبِيلًا

“Everyone acts according to his own disposition: but your Lord knows best who it is that is best guided on the Way.”

Artinya:
“Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaan masing-masing. Maka, Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.” (QS Al-Isra’: 84)

Bisa dikatakan panggilan jiwa ini merupakan fitrah spesifik manusia dalam mencari jalan menuju Rabb-nya. Panggilan jiwa bisa menjadi sebuah profesi seperti guru, mubalig, teknisi, dokter, dan pengacara.

Ia juga bisa menjadi sebuah hobi yang menyenangkan pengisi waktu luang dengan aktivitas yang positif.
Allah swt berfirman:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا

So set thou thy face steadily and truly to the Faith: (establish) Allah’s handiwork according to the pattern on which He has made mankind.

Artinya:
“Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.” (QS Ar-Rum: 30)

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here