Ngaji Dino Iki #849: Sabar dan Tegar di Atas Kebenaran

0
219
Republika

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

Whenever the world discourages you, recall this verse. “And your Lord will give you, and you will be satisfied.”

(“Kapan pun dunia mengecilkan hatimu, ingatlah kembali ayat ini, “Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.”)

Kalimat tersebut merupakan firman Allah swt yang selengkapnya berbunyi:

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى

And soon will thy guardian-Lord give thee (that wherewith) thou shalt be well-pleased.

Artinya:
Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas (QS. adh-Dhukha: 5).

Menurut Muhammad Abduh, dalam tafsir al Manar surah Adh-Dhuha ini adalah kabar gembira dari Allah swt atas tidak turunnya wahyu dalam waktu yang lama dan berakibat pada ketakutan dan kegelisahan Nabi Muhammad saw ditinggal oleh Allah swt. Ditambah cemoohan dan tawa hina kaum kafir Quraisy.

Nabi Muhammad saw sudah sangatlah rindu terhadap wahyu Allah swt. Rindu akan manisnya berhubungan dengan Sang Pemberi Wahyu.

Demikian pula dengan kita, saat dunia mengecilkan kita. Ejekan dan suara miring menerpa. Tetap tegarlah di atas kebenaran dan menjalankan amanah.
Yakinlah akan balasan Allah swt atas kesabaran kita.

Dari Abu Sa’id Al Khudri berkata, Rasulullah saw bersabda:

مَا يَكُونُ عِنْدِي مِنْ خَيْرٍ فَلَنْ أَدَّخِرَهُ عَنْكُمْ وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً هُوَ خَيْرٌ وَأَوْسَعُ مِنْ الصَّبْرِ

Muwatha’ Malik 1585: “Kebaikan apa pun yang kumiliki, tidak akan aku simpan dari kalian. Barangsiapa yang menjaga kehormatan dirinya, niscaya Allah akan menjaga kehormatannya. Barangsiapa yang meminta kecukupan, niscaya Allah akan mencukupkannya. Barangsiapa yang berusaha sabar, niscaya Allah akan memberinya kesabaran. Tidaklah seseorang diberi pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.”

Di dalam tafsir Jalalayn disebutkan karunia ini adalah kebaikan-kebaikan yang akan didapatkannya di surga.
Sedang ulama lain mengatakan karunia tersebut juga berupa kemenangan-kemenangan di dunia.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.

Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here