Ngaji Dino Iki #854: Menikmati Hidup dengan Berkarya

0
130
IDN Times

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

“Past and future are in the mind only. I am now.” (“Masa lalu dan masa depan hanya ada dalam pikiran. Aku adalah saat ini.”)

Masa lalu adalah sejarah yang tidak mungkin kembali. Kita tidak perlu terlarut dalam penyesalan, tapi ambillah sebagai pelajaran.

Jernihkan pikiran karena Allah swt telah menegaskan:

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

He granteth wisdom to whom He pleaseth; and he to whom wisdom is granted receiveth indeed a benefit overflowing; but none will grasp the Message but men of understanding.

Artinya:
“Dia (Allah) memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. al Baqarah: 269)

Manusia juga kerap ingin bergegas ke masa depan demi kebaikan yang dirasa ada di sana. Namun, tak ada yang bisa menjamin hari esok.

Ketika masa depan yang diharapkan itu tidak terjadi, kita bisa menjadi sangat emosional.
Ketika itu terjadi ingatlah:

أَتَى أَمْرُ اللَّهِ فَلَا تَسْتَعْجِلُوهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

(Inevitably) cometh (to pass) the Command of Allah: seek ye not then to hasten it: glory to Him, and far is He above having the partners they ascribe unto Him!

Artinya:
“Ketetapan Allah pasti datang, maka janganlah kamu meminta agar dipercepat (datang)nya.” Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan (QS. An Nahl: 1).

Lebih parah lagi, kita bisa kehilangan momen menikmati berkah yang didapat saat ini. Menikmatinya dengan terus berkarya.

Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Shahih Muslim 4651: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian.”

Allah melihat amal kalian dapat di pahami sebagai: Allah menghargai dan menilai kehidupan kita, saat kita menikmati dan mensyukuri atas karya karya kita.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here