Ngaji Dino Iki #859: Komitmen terhadap Al-Qur’an

0
108
Griya Baca Quran

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

“When you take time to recite the noble Qur’an, do so with passion, seriousness and commitment.”

(“Ketika Anda meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an, lakukanlah dengan penuh semangat, keseriusan, dan komitmen.”)

Allah swt telah berfirman:

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ

Allah has revealed (from time to time) the most beautiful Message in the form of a Book, consistent with itself, (yet) repeating (its teaching in various aspects): the skins of those who fear their Lord tremble thereat; then their skins and their hearts do soften to the celebration of Allah’s praises. Such is the guidance of Allah: He guides therewith whom He pleases, but such as Allah leaves to stray, can have none to guide.

Artinya:
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur’an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya. (QS Az-Zumar: 23)

Mari kita berusaha menguatkan komitmen kepada Al-Qur’an dengan:

1. Mengimani sepenuhnya, sebagaimana firman-Nya:

وَءَامِنُوا بِمَا أَنْزَلْتُ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ وَلَا تَكُونُوا أَوَّلَ كَافِرٍ بِهِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ

And believe in what I reveal, confirming the revelation which is with you, and be not the first to reject Faith therein, nor sell My Signs for a small price; and fear Me, and Me alone.

Artinya:
Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al-Qur’an) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa. (QS Al Baqarah: 41)

2. Menjadikannya kawan terbaik yang dibaca secara rutin, sebagaimana firman-Nya:

الَّذِينَ ءَاتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Those to whom We have sent the Book study it as it should be studied: they are the ones that believe therein: those who reject faith therein, the loss is their own.

Artinya:
Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS Al Baqarah: 121)

3. Senang menadaburinya, sebagaimana firman-Nya:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْءَانَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

Do they not consider the Qur-an (with care)? Had it been from other than Allah, they would surely have found therein much discrepancy.

Artinya:
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an? Kalau kiranya Al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (QS An Nisa’: 82)

4. Berusaha menghafalkannya, sebagaimana sabda Rasul-Nya:

مَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ حَافِظٌ لَهُ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَمَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ وَهُوَ يَتَعَاهَدُهُ وَهُوَ عَلَيْهِ شَدِيدٌ فَلَهُ أَجْرَانِ

Shahih Bukhari 4556: “Perumpamaan orang membaca Al-Qur’an sedangkan ia menghafalnya, ia akan bersama para Malaikat mulia. Sedangkan perumpamaan seorang yang membaca Al-Qur’an dengan tekun, dan ia mengalami kesulitan atasnya, dia akan mendapat dua ganjaran pahala.”

5. Mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari (Ibnu Hibban: 124).

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here