Ngaji Dino Iki #870: Hidup Mandiri

0
80
Republika

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

“You will never realize how strong you are until being independent is the only option you have.”

(“Engkau tidak akan pernah menyadari betapa kuat nya dirimu sampai menjadi mandiri adalah satu-satu pilihan yang kau miliki.”)

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulallah saw pernah bersabda:

لَيْسَ الْمِسْكِينُ بِهَذَا الطَّوَّافِ الَّذِي يَطُوفُ عَلَى النَّاسِ تَرُدُّهُ اللُّقْمَةُ وَاللُّقْمَتَانِ وَالتَّمْرَةُ وَالتَّمْرَتَانِ قَالُوا فَمَا الْمِسْكِينُ قَالُوا الَّذِي لَا يَجِدُ غِنًى يُغْنِيهِ وَلَا يُفْطَنُ لَهُ فَيُتَصَدَّقَ عَلَيْهِ وَلَا يَقُومُ فَيَسْأَلَ النَّاسَ

Sunan Nasa’i 2525: “Bukanlah seorang yang miskin itu yang mengelilingi manusia lalu meminta-minta dan dia mendapatkan sepotong atau dua potong roti, sebutir atau dua butir korma.” Para shahabat bertanya: ‘ya Rasulullah lalu siapakah yang disebut miskin itu? Beliau bersabda: “Dia adalah orang yang tidak mendapatkan kekayaan untuk mencukupi dirinya dan orang-orang tidak memahami kebutuhannya lalu memberinya sedekah, dan dia tidak bisa mandiri sehingga meminta-minta manusia.”

Kemandirian merupakan salah satu aspek kepribadian yang sangat penting untuk individu.

Ini merupakan kemampuan mengelola hal-hal yang terkait dirinya.

Mengelola waktu, tugas atau pekerjaan, berpikir dan membuat keputusan sendiri, hingga mengelola risiko dan memecahkan masalah.

Bagi seorang anak, ia harus memiliki tekad dan terlatih melakukannya seiring mendewasanya usia. Sebagai penyemangat, simak nasihat Ibnul Qayyim:

“Kemalasan dan pengangguran berakibat jelek dan hasilnya penyesalan. Sebaliknya, rajin dan lelah hasilnya terpuji, baik di dunia atau di akhirat atau di keduanya. Orang yang paling santai (di akhirat) adalah orang yang paling lelah (di dunia). Sebaliknya, orang yang paling lelah adalah orang dulunya paling santai. Kepemimpinan di dunia dan kebahagiaan di akhirat tidak bisa diraih kecuali melalui jembatan kelelahan. Bahkan Rasulullah saw membiasakan anak untuk bersemangat dan mengemban tanggung jawab.”

 

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum w.w.

Dari sahabatmu

 

Imam Syaukani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here