Ngaji Dino Iki #885: Keniscayaan Introspeksi

0
103
Kompasiana.com

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA

“O Allah, please make my days useful, my nights restful, my home peaceful and my efforts fruitful.”

(“Ya Allah, semoga hari-hariku bermanfaat, malam-malamku nyenyak (beristirahat), rumah tanggaku tenteram dan pekerjaanku membuahkan hasil.”)

 

Allah swt telah berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

O ye who believe! Fear Allah, and let every soul look to what (provision) he has sent forth for the morrow. Yea, fear Allah: for Allah is well-acquainted with (all) that ye do.

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.  (QS. al Hasyr: 18)

Ayat tersebut sangat unik, disebabkan adanya perintah takwa  kepada Allah hingga dua (2) kali dalam satu (1) ayat. Dan dua (2) kata takwa tersebut mengapit perintah Muhasabah.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Muhasabah adalah suatu keniscayaan bagi orang yang beriman, demi kebaikan diri mereka sendiri.

Untuk selanjutnya, terdapat riwayat hadits dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah saw pada malam hari berdoa:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي وَوَسِّعْ لِي فِي دَارِي وَبَارِكْ لِي فِيمَا رَزَقْتَنِي

Sunan Tirmidzi 3422: “Allaahummaghfirlii Dzanbii Wa Wassi’ Lii Fii Daarii, Wa Baarik Lii Fiimaa Razaqtanii”

Artinya:

(Ya Allah, ampunilah dosaku, dan luaskanlah tempat tinggalku, berkahilah aku pada rizki yang telah Engkau berikan).

Setiap hari atau paling tidak di akhir pekan ada baiknya kita mengevaluasi pencapaian kita, setelah hari-hari yang melelahkan beraktivitas.

Semoga semuanya memberi manfaat dan maslahat. Malam-malamnya dapat tenang beristirahat bersama keluarga. Dapat pula digabungkan dengan muhasabah atas amal, dosa dan khilaf, agar perbaikan diri dapat terus dilakukan hingga menggapai ridha Allah swt.

Tak lupa di antara malam-malam itu kita tegakkan shalat tahajud, lalu membaca doa saat sujud dan atau akhir witir:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سُخْطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Sunan Abu Daud 1215: “Allaahumma Innii A’uudzu Biridhaaka Min Sakhathika Wa Bimu’aafaatik, Min ‘Uquubatik, Wa A’uudzu Bika Minka Laa Uhshii Tsanaa-An ‘Alaik, Anta Kamaa Atsnaita ‘Alaa Nafsik.”

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu, dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu, (karena) aku tidak dapat menghitung sanjungan untuk-Mu, sebagaimana Engkau menyanjung diri-Mu sendiri.”

 

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum w.w.

Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here