Ngaji Dino Iki #943: Hidayah, Kompas Kehidupan

0
217
Ilustrasi Merdeka.com

Assalamualaikum w.w.

KLIKMU.CO

Bersama Ustadz Dr. Imam Syaukani, MA)*

“The love of Allah swt is a light that, if you are without it, you are in an ocean of darkness.”

(“Cinta Allah itu cahaya yang jika tanpanya, engkau berada di lautan kegelapan.”)

Itulah hidayah. Bak sebuah lampu sorot yang menunjukkan arah seseorang. Allah swt telah berfirman:

يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Wherewith Allah guideth all who seek His good pleasure to ways of peace and safety, and leadeth them out of darkness, by His Will, unto the light, guideth them to a Path that is Straight.

Artinya:
Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) “Allah swt mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya dan menunjukkan ke jalan yang lurus.” (QS. Al-Maidah: 16)

Hidayah tidak hanya menyentuh ibadah mahdhah saja, seperti tepat waktu menjaga shalat lima waktu; namun juga sampai ke percikan untuk berbuat kebaikan, tak lalai oleh waktu, berjiwa ksatria, merasa bersalah sebelum korupsi, dan lain lain.

Menjadi agen penyebar hidayah adalah status yang amat mulia dalam agama Islam.

Rasulallah saw pun memerintahkan kita untuk menjadi agen kebaikan tersebut, dari ‘Abdullah bin ‘Amru bahwa Nabi saw bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

Shahih Bukhari 3202: “Sampaikan dariku sekalipun satu ayat “.

Dilain sabda, Rasulallah pernah berdo’a untuk seorang sahabat:

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ هَادِيًا مَهْدِيًّا وَاهْدِ بِهِ

Sunan Tirmidzi 3777: “Ya Allah jadikanlah ia pemberi hidayah yang mendapat hidayah dan berilah hidayah melalui perantaraannya.”

Novelis Asma Nadia berkata:
“Saya percaya hidayah. Bagi saya, ia serupa cahaya yang tiba-tiba hadir dan membuat segala sesuatu tampak lebih jelas. Arah yang harus diambil, juga tujuan hidup setelahnya. Tak ada samar-samar. Tak ada keraguan.”

Jadi, bila cahaya itu hadir, carilah cara untuk mengamplifikasinya. Di dunia yang sudah digital ini, semakin banyak sarana yang bisa ditempuh agar tak lagi jatuh dalam kegelapan.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum w.w.
Dari sahabatmu

Ustadz Dr. K.H. Imam Syaukani, MA Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here