Nilai-nilai Kemanusiaan Orang Tua Australia

0
124
Foto peta Australia diambil dari Colourbox

KLIKMU.CO

Oleh: Haidir Fitra Siagian*

Lazimnya di negara kita, setiap orang yang sudah tua atau sepuh, baik yang disebut sebagai kakek maupun nenek, pekerjaan mereka sehari-hari adalah beristirahat di rumah. Pekerjaan paling banter adalah menjaga atau menemani cucu-cucunya, terutama ketika orang tua sang cucu sedang bepergian, baik bekerja di kantor maupun ada urusan di luar kota.

Sedangkan bagi orang tua kita yang hidupnya masih mengandalkan kepada dirinya sendiri atau yang masih memiliki tanggungan, pada usianya yang sudah cukup tua, senantiasa tetap melaksanakan aktivitasnya sehari-hari untuk mencari nafkah. Baik pekerjaan yang ringan maupun pekerjaan yang cukup berat. Semua dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan kebutuhan hidup orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya.

Lihatlah di berbagai pelosok pedalaman. Masih ada orang tua yang ikut ke sawah atau ke kebun. Memanen padi di sawah atau buah kakao di kebun. Sementara masih ada pula yang ikut memelihara ternak kambing dan memotong rumput untuk sapi peliharaanya. Bahkan ada juga yang harus menafkahi dirinya dengan menjadi pemecah batu lalu menjualnya. Sementara untuk pekerjaan yang lebih terhormat diantaranya adalah menjaga warung atau menjajakan makanan ringan di depan rumahnya.

Namun demikian ada juga orang tua yang hidupnya beruntung. Memiliki tabungan yang cukup, atau mempunyai gaji pensiun yang memadai. Ataupun orang tua yang harta bendanya masih menghasilkan uang bulanan atau tahunan. Adapula anak yang hidupnya lumayan yang ikhlas membiayai atau merawat orang tuanya. Tentu tidak perlu repot-repot bekerja mencari sesuap nasi pada usianya sudah senja.

Orang tua yang demikian ini, adalah termasuk orang tua yang berhasil pada usia mudanya. Baik dari segi pekerjaan maupun dalam mendidik keturunannya. Maka sekarang pekerjaannya hanyalah mencari aktivitas yang mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Terutama bagi orang tua yang beriman, maka melaksanakan ibadah adalah pilihan paling bijak. Ada yang di rumah saja sambil menonton ceramah agama, ada pula yang aktif di masjid baik sebagai imam maupun sebagai muazzin. Dalam setiap harinya berusaha membaca kitab suci Al Qur’an, disertai dengan terjemahnya.

Kehidupan Orang Tua di Australia

Kemarin di kampus kami, kedatangan seorang orang tua. Usianya tampaknya sudah mencapai 70 tahun, Australia. Dari kartu namanya, dia berasal dari Kota Camden, Negara Bagian New South Wales. Dia merupakan relawan yang bekerja dalam bidang pendidikan, yang tergabung dalam satu yayasan di negara Kanguru tersebut.

Dia sudah berada di Kampus UIN Alauddin Makassar, sekitar tiga bulan. Dalam tempo tiga bulan lagi, masih akan beraada di sini, dengan memperhatikan izin tinggal yang diatur oleh pihak Imigrasi Indonesia. Kehadiran beliau di sini adalah sebagai relawan dalam bidang pendidikan. Sebagai relawan, dia adalah betul-betul relawan. Manusia yang rela. Seseorang yang memang rela untuk berbuat sesuatu kepada pihak lain tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Saya mendapat kabar bahwa beliau adalah seorang doktor dalam bidang pendidikan. Pada usinya yang sudah cukup sepuh, dia masih ingin mendarmabaktikan dirinya untuk sesama. Sebagai relawan dalam bidang pendidikan, sekarang dia mengkhidmatkan dirinya membantu dosen-dosen UIN Alauddin Makassar dalam bidang penulisan karya tulis ilmiah.

Sesuai jadwal, kemarin dia datang ke Fakultas Dakwah dan Komunikasi, diskusi tentang karya ilmiah untuk tulisan pada jurnal terakreditasi. Beliau menjelaskan berbagai hal tentang metodologi penelitian. Tidak hanya sampai di situ, beliau juga bersedia mengoreksi artikel-artikel hasil penelitian dosen. Menjadi semacam reviewer atau penilai artikel tersebut sebelum dikirim ke jurnal lain.

Dalam proses pemeriksaan, beliau meneliti secara cermat artikel dimaksud, baik dari aspek metodologi, gaya penulisan, maupun aspek bahasanya, yakni Bahasa Inggris. Beberapa dosen dari fakultas lain sudah mengirim artikelnya untuk dikoreksi. Semuanya adalah dengan percuma, tanpa membayar. Padahal jika dalam lembaga penelitian, seorang reviewer ini mendapat honor yang lumayan. Demikian juga, jika ingin menerjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, biaya cukup besar, hitungan per lembar.

Kehadiran orang tua dari Australia ini, mengingatkan saya pada seorang perempuan Australia yang tinggal di Adelaide. Tahun 2013 yang lalu kami sekeluarga berada di sana. Perempuan Australia ini biasanya dipanggil dengan Grandma Lee (Nenek Lee), juga adalah seorang relawan. Selama di sana, keluarga dan anak-anak saya diundang ke rumahnya, sesuai jadwal yang ditetapkan. Tujuannya adalah untuk memperlancar penguasaan Bahasa Inggris. Bukan hanya kami yang datang ke rumahnya, bahkan pelajar-pelajar dari China, Korea, dan Philipina, juga datang dengan tujuan yang sama. Semuanya tanpa biaya sedikitpun. Justru dia yang menyiapkan makanan ala kadarnya untuk anak asuhnya ini.

Poin penting yang ingin saya katakan adalah bahwa orang tua di Australia pada umumnya masih berusaha untuk berbuat baik kepada orang lain, sesuai dengan bidang dan kemampuannya. Mereka tidak mengharapkan apapun dari apa yang dia baktikan. Tanpa ada sekat-sekat ideologi, warna kulit, dan asal negara maupu status sosialnya.

Dalam konteks ini, mereka senantiasa tetap ingin beribadah. Sama halnya dengan orang tua di Indonesia. Sama-sama ingin beribadah. Yang berbeda adalah hakikat ibadah itu. Jika orang tua kita beribadah untuk mengharap ridha Sang Pencipta. Orang tua australia beribadah untuk mengaktualisasikan dirinya atas nama nilai-nilai kemanusiaan.

Semua pengabdian mereka itu sebenarnya adalah bagian dari nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam. Akan tetapi itu tidak berarti mereka lebih Islami daripada orang tua kita. Mungkin ada kalimat yang tepat bagi mereka sehingga tidak perlu menyamakannya dengan istilah yang Islami.

 

*Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
UIN Alauddin Makassar

Catatan:  siapapun boleh mengutip dan membagikannnya tanpa izin dari penulis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here