Novelis Okky Madasari: Otoritas Tertinggi Itu Menulis Fiksi, Batasannya Adalah Hati Nurani

0
288
Okky Madasari saat mengisi kelas menulis.

KLIKMU.CO – Okky Madasari, penulis novel dan esai yang sarat dengan kritik sosial, menyapa Surabaya. Ia hadir dalam rangka memberikan Kelas Menulis Fiksi yang diadakan Jawa Pos di gedung Graha Pena Surabaya, Kamis (12/12/2019).

Agenda ini diikuti oleh 26 peserta dari berbagai kalangan. Ada yang mahasiswa, guru, hingga penulis dari komunitas tertentu. Pelatihan dimulai pukul 10.30 dengan paparan materi terlebih dahulu.

Okky menyatakan, para penulis fiksi punya derajat yang tinggi. “Otoritas tertinggi adalah menulis fiksi. Batasannya adalah hati nurani,” katanya.

Okky menambahkan, menulis berita itu punya batasan. Akan tetapi, menulis puisi, cerpen, dan novel lebih bebas. Dalam artian, tidak ada yang membatasi imajinasi.

Seni Gumira pernah bilang, bila jurnalisme dibungkam, sastra yang bicara.

“Menulis itu paling susah dalam menggali ide. Kalau ide sudah dapat, tinggal mengelaborasikan ke dalam tulisan dan membangun konflik-konflik,” ujarnya.

“Saya ingin menulis tentang anak yang diminta ortunya untuk mengikuti banyak les,” kata seorang peserta. “Ide bagus. Persoalan kemanusiaan selalu jadi ide yang bagus,” jawab Okky.

“Saya punya kasus nyata. Soal pembantu rumah tangga yang diperkosa oleh majikan. Kira-kira mau dikembangkan ke mana ya?” ujar peserta yang lain, meminta pandangan.

“Baca novel Pengakuan Pariyem. Bagian mananya yang fokus. Kalau cerpen, harus fokus ke satu masalah. Misalnya di suatu malam, habis diperkosa dia mau ke mana. Mau pulang takut, lapor polisi takut. Karena bagi sebagian orang mlapor polisi itu hal yang masih sulit,” jawab Okky.

Ya, menurut penulis asli Magetan, Jawa Timur, yang tengah lanjut studi di Singapura itu, menulis cerpen harus fokus ke satu masalah saja. Tentu masalah yang konkret. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here