Nyantri Singkat dengan Metode TQT: Agar Belajar Alquran Tak Lagi Monoton

0
141
Lailatul Fithriyah Azzakiyah, penemu metode TQT sedang menyampaikan materi pembelajaran Alquran (foto: nunik)

KLIKMU.CO – Memasuki bulan yang sangat spesial ini, banyak sekali kegiatan spesial yang menarik untuk diikuti para remaja di Malang Raya. Salah satunya adalah Tadarus Nyantri Singkat atau disingkat Tarikat. Informasi yang didapat dari panitia, pendaftaran telah dibuka hingga 10 Mei 2019. Peserta akan merasakan atmosfer pesantren secara kilat di Yayasan Bait Al-Hikmah Malang.

Nyantri singkat ini akan dilaksanakan mulai 16 hinggal 25 Mei 2019. Dengan bermodal semangat untuk meningkatkan ketakwaan selama Ramadan, sejak 2016 kegiatan tersebut berhasil dipertahankan dari tahun ke tahun. Ini adalah kali keempat kegiatan itu dilaksanakan di bulan Ramadan.

Henny Indira, sang ketua pelaksana, menjelaskan bahwa kegiatan ini akan melatih kita untuk menghafal surah dan artinya. Bukan hanya itu, setiap pertemuan pasti akan ada kajian sejarah, kajian Islam kontemporer, pembelajaran bahasa Arab sederhana, serta tambahan hafalan Asmaul Khusna.

“Semakin dalam kita memahami makna kandungan ayat dalam Alquran, maka semakin bertambah pula kecintaan kita terhadap Alquran. Sedikit mengingat Hadis Riwayat Muslim, sesungguhnya Allah meninggikan suatu kaum karena Alquran ini dan merendahkan juga karenanya,” ungkapnya. Sebab, mempelajari Alquran terutama di bulan Ramadan punya nilai ibadah tinggi di mata Allah.

Suasana pembelajaran Tahfiz Quran tematik di ruang terbuka (foto: nunik)

Dalam Nyantri Singkat ini, ada beberapa tema khusus yang akan dipelajari. Misalnya, Kisah Yunus, Qabil Habil, pemilik dua kebun dan kisah Zakaria. “Kami menyebut cara menghafal secara bertema seperti ini adalah dengan metode Tahfiz Quran Tematik (TQT),” ujar lulusan bahasa Inggris ini.

Dengan metode ini, mindset masyarakat tentang metode menghafal Alquran yg terkesan monoton dan kaku dalam menghafal Alquran akan dikemas dengan metode pembelajaran yang fun dan kreatif, namun juga tidak meninggalkan pesan moral dalam Alquran.

Remaja mana pun bisa mengikuti kegiatan ini, mulai kalangan mahasiswa hingga ibu-ibu muda atau bapak-bapak. Sebab,persyaratan usia sebagai peserta dimulai dari 17 hingga 30 tahun. Peserta luar Malang Raya yang ingin berpartisipasi, lanjut perempuan yang akrab dipanggil Heny ini, juga berkesempatan untuk mendaftar.

“Karena konsepnya Nyantri singkat, jadi tinggalnya akan di Yayasan Bait Al-Hikmah. Tahun lalu peserta bukan hanya berasal dari Malang saja, namun juga berasal dari luar Malang, bahkan luar negeri seperti Singapura hingga Korea,” imbuhnya. (Maharina/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here